Let’s Never Meet Again (Chapter 5)

Let's Never Meet Again 3

Title : Let’s Never Meet Again

Author : Berries (@cocoafanfiction)

Length : Series

Rating : PG-13

Genre : Sad, Romance, Friendship

Main Cast :

  • Yoona SNSD
  • Luhan EXO-M
  • Lay (Zhang Yixing) EXO-M

Other Cast :

  • Chen (Kim Jong Dae) EXO-M
  • Seohyun SNSD
  • Yuri SNSD
  • Sooyoung SNSD
  • Kris EXO-M
  • Sehun EXO-K
  • Kai EXO-K

Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi dan  murni dari kepala dan pikiran author, apabila ada kesamaan cerita itu adalah ketidaksengajaan.

Author Note : Annyeonghaseyo *bow Mian, telat soalnya author banyak banget urusan 😀 Maaf kalo ceritanya jelek, feelnya kurang dapet dan posternya jelek ^^v FF author post juga di blog pribadi http://cocoafanfiction.wordpress.com/ Please Don’t Bash ya and Leave a Comment. And Sorry For the TYPO. Happy Reading!!!

***

“Apa aku lancang jika terlalu cepat menyukaimu?” tanya Luhan sambil melihat foto yang ada di tangannya. “Aku bahkan tidak tau, bagaimana bisa aku menyukaimu secepat ini” sambungnya.

“Luhan, apa kau tidak menemukan handphoneku ?” tanya Yoona sambil berteriak karena Luhan tidak juga turun. Dengan cepat Luhan meletakkan kembali foto itu lalu segera mengambil handphone Yoona.

Sesampainya di dapur Luhan langsung memberikan handphone Yoona. “Gomawo, maaf merepotkanmu” ucap Yoona sambil tersenyum. “Cheonma” jawab Luhan singkat sambil menuju meja makan, di dalam pikirannya masih terbayang sosok sepasang kekasih yang ada di foto itu.

“Makanan siap” ucap Yoona sambil menuju meja makan dengan membawa masakannya itu. “Mian, aku hanya memasakkanmu nasi goreng” sambungnya. “Ini sudah lebih dari cukup, Gomawo” ucap Luhan tersenyum.

Mereka berdua mulai memakan makanan mereka sambil sesekali mereka tertawa dengan lelucon yang mereka keluarkan. Entah kenapa, setiap kali Yoona sedang bersama Luhan dia dapat melupakan semua kesedihannya “Apa kau pernah tinggal di korea ?” tanya Yoona “Ayahku adalah orang korea dan ibuku adalah orang China. Saat SMA aku pernah bersekolah disini lalu pindah ke China” jawab Luhan sambil memakan makanannya.

Yoona mengangguk mendengarkan jawaban Luhan “Oohh, lalu kenapa kau kembali ke Korea ?” tanya Yoona lagi, Luhan mengedikkan bahunya “Aku sendiri tidak tau” jawab Luhan. “Maksudmu?” tanya Yoona tidak mengerti dengan jawaban Luhan. Luhan menghentikan makannya lalu melihat kearah Yoona “Aku tidak tau kenapa aku kembali kesini, ada alasan yang aku sendiri tidak tau yang membuatku ingin melanjutkan kuliahku dan tinggal disini” ucap Luhan dengan wajah serius.

Memang benar, Luhan sendiri tidak tau apa alasannya kembali ke korea. Padahal dia tidak pernah ingin kembali ke korea, tempat di mana dia hampir saja menyerah pada mimpinya karena ayahnya tidak setuju. Walaupun sekarang ayahnya mengijinkan Luhan tapi tetap saja itu adalah kenangan yang pahit yang selalu saja ingin dia lupakan.

Lama mereka berdua saling bertatapan hingga…

“Untung saja appa selalu menaruh kunci di dekat pot bunga” ucap Baekhyun dengan nada kesal. Kaget mendengar suara Baekhyun, Yoona dan Luhan langsung memalingkan mukanya. “Kalian disini rupanya. Noona apa yang sedang kau lakukan ? Aku memencet bel dari tadi tapi tidak ada yang membukakan pintu untukku. Di luar dingin sekali dan kalian… ”

“Oh, baru pulang. Kenapa lama sekali ?” tanya Yoona sebelum Baekhyun sempat menyelesaikan kata-katanya.. Seketika mendengar perkataan Yoona yang tidak menjawabnya, Baekhyun langsung menunjukkan wajah kesalnya.

“Kau menyebalkan sekali Noona, tidak pernah menjawab pertanyaanku” ucapnya berjalan menuju meja makan sambil menggembungkan pipinya. Tiba-tiba Yoona berdiri dari kursinya lalu berjalan keluar dari ruang makan itu sambil berkata “Baekki, tolong cucikan piring ya. Oh ya, jika kau lapar masih ada nasi goreng di atas meja, kau kelihatan kurus sekali” ucapnya lalu dia berjalan kembali menuju kamarnya. “Mengacalah noona” sahut Baekhyun tapi tidak di pedulikan oleh Yoona. “Aish, menyebalkan sekali yeoja satu itu” ucap Baekhyun kesal.

Lalu Baekhyun berjalan ke arah Luhan dan duduk di tempat yang baru saja Yoona duduki. “Urgh, aku lapar sekali. Hyung kau tidak makan ?” tanya Baekhyun sambil menyuapi nasi goreng ke mulutnya. Luhan menggelengkan kepalanya “Kau saja, aku sudah makan tadi dengan noona mu” jawab Luhan.

“Wahh Hyung, nasi goreng buatanmu benar-benar enak. Aku tidak tau kalau kau bisa memasak” ucap Baekhyun sambil melahap nasi goreng dengan semangatnya, tanpa mempedulikan jawaban Luhan barusan. “Aku memang tidak bisa memasak” ucap Luhan “Jika kau tidak bisa memasak, lalu siapa yang memasak nasi goreng seenak ini hyung” sambung baekhyun dengan mulutunya yang penuh dengan makanan itu. “Noonamu” jawab Luhan sambil tersenyum.

Kaget mendengar jawaban Luhan, Baekhyun tanpa sengaja mengeluarkan semua makanannya kearah Luhan “Uhuk.. uhuk…Siapa ? Noona ku, maksudmu Yoona noona ?” tanya baekhyun kaget. “Kau… Kau… YA!! Bagaimana bisa kau bersikap seperti itu pada hyung mu” teriak Luhan kesal sambil membersihkan wajahnya.

“Maksudmu Yoona noona ?” tanya baekhyun sekali lagi , memastikan. “Memangnya kau memiliki noona yang lain. Kenapa kau kaget seperti itu mendengar noonamu memasak” jawab Luhan masih kesal dengan yang di lakukan baekhyun. Baekhyun terdiam, “Dia tidak pernah seperti ini sejak ‘saat itu’.” ucap baekhyun pelan, namun masih terdengar oleh Luhan.

“Hyung, apa yang kau lakukan tadi dengan Yoona noona ?” tanya Baekhyun langsung, “Tidak ada, kami hanya makan bersama lalu mengobrol sedikit sambil bercanda. Memangnya ada apa dan lagi pula apa maksudmu dengan ‘Saat itu’?” tanya Luhan, penasaran dengan dua kata itu. Baekhyun tersadar, “Hah ? Oh, tidak ada maksud apa-apa hyung. Hyung, ku ambilkan bajuku ya” ucap baekhyun menghindari pertanyaan Luhan. Baekyun lalu berlari menuju kamarnya.

Apa maksudnya? batin Luhan masih penasaran dengan kata-kata Baekhyun barusan.

*SKIP*

Keeseokan harinya

Yoona berjalan menuju pintu gerbang sekolahnya. Setelah menyelesaikan kuliahnya hari ini Yoona ingin mengunjungi makam Lay sebelum bertemu dengan sahabat-sahabatnya di café tempat mereka biasanya berkumpul.

“Annyeong” sapa Chen dari belakang Yoona, “Omo… kau mengagetkanku” ucap Yoona kaget. “Hehe mian, salahmu sendiri melamun” balas Chen. “Mana yang lainnya ?” tanya Yoona. “Mereka masih ada urusan. Kau mau kemana ?” tanya Chen. Yoona menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Chen “Aku ingin mengunjungi makam Lay” jawab Yoona.

Chen menganggukkan kepalanya “Oh, mau kuantar ?” tanyanya. “Tidak usah” jawab Yoona sambil tersenyum kearah Chen. “Tidak apa-apa, aku juga ingin mengunjungi makamnya. Sudah lama aku tidak kesana” ucap Chen. “Baiklah” jawab Yoona. “Oke, kajja” ajak Chen sambil menarik tangan Yoona. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat mereka berdua dari kejauhan.

“Mau kemana mereka ?” tanya Luhan yang sedari tadi memerhatikan Yoona dan Chen.

*SKIP*

@mobil

“Maaf merepotkanmu” ucap Yoona pada Chen yang ada di belakang kemudi “Sudah kukatakan kau tidak merepotkanku Im Yoona, kita adalah sahabat bagaimana bisa kau bersikap seperti itu” jelas Chen. “Maafkan aku, kau benar” ucap Yoona membenarkan perkataan Chen.

“Boleh aku bertanya ?” tanya Chen hati-hati. “Tentu saja kita kan sahabat. Apa yang ingin kau tanyakan ?” tanya Yoona sambil tersenyum. “Well, aku hanya penasaran. Tidak ada maksud apa-apa. Saat Donghae sunbaenim menyatakan cintanya padamu tidak biasanya kau merespon seperti itu. Kenapa?” tanya Chen hati-hati.

“Oh masalah itu. Tidak ada apa-apa, hanya saja dia mengingatkanku pada diriku dulu. Kata-katanya saat itu sama persis dengan apa yang kukatakan hanya saja saat itu aku di terima dan mendapat balasan atas perasaanku” jawab Yoona tersenyum. “Kata-katanya ? Memangnya apa yang dia katakan padamu saat kau menolaknya ?” tanya Chen penasaran.

*FLASHBACK*

“Apa yang ingin kau bicarakan Donghae sunbaenim?” tanya Yoona, walaupun dia tau apa yang sebenarnya ingin dibicarakan oleh Donghae. “Emmm begini…Aku menyukaimu..” ucap Donghae. “Mia..” sebelum sempat Yoona berbicara Donghae sudah memotong kata-katanya.

“Tidak, aku belum selesai. Dengarkan aku dulu. Aku menyukaimu, aku tau kau akan menolakku. Tapi tidak apa-apa, karena sebenarnya aku hanya ingin mengungkapkan apa yang kurasakan selama ini. Aku tidak berharap apa-apa darimu. Hanya saja jika aku tidak mengungkapkan perasaanku padamu, aku akan merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatiku. Sekarang setelah aku mengungkapkan perasaanku ini, semuanya terasa lebih ringan” ucap Donghae sambil tersenyum sedangkan Yoona hanya bisa terdiam mendengar perkataan Donghae.

Mendengar ucapan Donghae barusan mengingatkannya pada dirinya dulu. Saat dimana dia mengungkapkan perasaannya pada Lay. Mengatakan pada Lay bahwa dia menyukainya tanpa meminta balasan atas perasaannya. Yoona mendekati Donghae lalu mengelus pelan pipi namja itu. Tentu saja Donghae kaget menerima perlakuan Yoona.

“Mianhamnida sunbaenim, karena tidak bisa membalas perasaanmu. Kau adalah namja yang baik sunbaenim, aku percaya ada orang yang lebih pantas untuk kau sukai dari pada aku. Aku harus pergi, gamsahamnida” ucap Yoona sambil membungkukkan badannya sedangkan Donghae hanya bisa terdiam melihat tingkah laku Yoona yang berubah seperti itu.

*FLASHBACK END*

“Ah, apa maksudmu dia sama dengan kau dulu, saat kau berusaha menyatakan perasaanmu pada Lay?” tanya Chen memastikan. Yoona menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Chen.

*FLASHBACK*

“Ada apa ? Kenapa kau memanggilku kesini ?” tanya Lay pada yeoja yang ada di hadapannya saat ini, yeoja yang kelihatan sangat gugup itu. Yoona menarik nafasnya pelan, berusaha menenangkan jantungnya yang ssat ini sedang berdetak kencang.

“Kau tidak apa-apa rusa ?” tanya Lay sambil menyentuh dahi Yoona, khawatir. Seketika wajah Yoona memerah mendengar Lay memanggilnya rusa dan menyentuh dahinya. Yoona menggelengkan kepalanya “Aku tidak apa-apa” jawab Yoona sambil menundukkan kepalanya. “Apa kau yakin ?” tanya Lay memastikan. Yoona hanya mengangguk.

“Baiklah jika kau merasa demikian” ucap Lay sambil mengedikkan bahunya. “Aku menyukaimu” ucap Yoona pelan “Apa ?” tanya Lay, tidak bisa mendengar apa yang barusan Yoona katakan. “Aku menyukaimu” ucap Yoona lagi, kali ini dia menaikkan satu volume pada suaranya.

“Mian, aku tidak bisa mendengarnya. Apa yang kau katakan ?” tanya Lay sekali lagi. “Aku menyukaimu” jawab Yoona. “Ap..” belum selesai Lay menyelesaikan kata-katanya Yoona berteriak padanya “Aku menyukaimu bodoh !!!” teriak Yoona, kesal dengan Lay yang tidak juga mendengar kata-katanya. Lay kaget, dia hanya terdiam mendengar apa yang barusan Yoona katakan.

Yoona lalu melanjutkan kata-katanya “Aku menyukaimu, aku tau kau tidak menyukaiku. Tapi tidak apa-apa, karena sebenarnya aku hanya ingin mengungkapkan apa yang kurasakan selama ini. Aku tidak berharap apa-apa darimu hanya mengungkapkan perasaanku saja. Jadi kau tidak perlu memikirkan masalah ini, kuharap kita masih bisa berteman” jelasnya sambil tersenyum tulus.

“Fyuuh begini terasa lebih ringan” ucap Yoona pelan masih tetap tersenyum, Lay tetap terdiam di tempatnya “Mian telah mengganggumu” ucap Yoona lalu pergi dari hadapan Lay, seketika Lay tersadar dari lamunannya. Belum sempat Yoona melangkahkan kakinya, Lay menarik tangannya lalu mendekapnya lembut di pelukannya.

“Apa yang kau lakukan ?” tanya Yoona kaget dengan sikap Lay yang tiba-tiba itu. “Curang” ucap Lay pelan “Apa ?” tanya Yoona lagi, kali ini dia yang tidak dapat mendengar suara Lay. “Curang, kau mengambil semua yang ingin kukatakan padamu” ucap Lay. “Apa maksudmu ?” tanya Yoona sekali lagi, masih tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Lay.

“Aku memang tidak menyukaimu, tapi aku mencintaimu” jelas Lay, membenarkan ungkapan Yoona. Yoona tetap tidak mengerti “Maksudmu ?” Kesal Lay mencubit pipi Yoona “Dasar, bisa-bisanya kau mengataiku bodoh padahal kau lebih bodoh dariku” ucap Lay kesal.

Yoona mengerjap-ngerjapkan matanya masih tidak mengerti “Aku mencintaimu rusa bodoh” ucap Lay sambil mencium lembut dahi Yoona. “Benarkah?” tanya Yoona tidak percaya “Untuk apa aku berbohong” jawab Lay. Tersenyum mendengar kata-kata Lay, Yoona berkata “Aku juga mencintaimu” sambil memeluk erat tubuh Lay.

*FLASHBACK END*

*SKIP*

“Hai, aku merindukanmu” ucap Yoona setelah meletakkan bunga di makam Lay “Hai” ucap Chen yang  sedang berdiri di belakang Yoona. “Banyak sekali yang ingin kuceritakan padamu” ucap Yoona, berusaha menahan air matanya yang selalu saja keluar setiap kali dirinya mengingat Lay.

“Aku merindukanmu Lay, sangat merindukanmu.Maafkan aku karena telah menghilangkan gelang pemberianmu. Maafkan aku” sambungnya, kali ini air matanya sudah mengalir.

“Kau bilang kau mencintaiku. Jika kau mencintaiku, tidak seharusnya kau meninggalkanku untuk selamanya” sambungnya sambil menangis, menangis sepuas-puasnya seakan-akan hanya dia yang berada di taman itu. Taman dimana dia menerima gelang pemberian Lay, taman dimana mereka berdua biasa bersama tanpa peduli waktu dan sekarang taman dimana Lay tertidur untuk selamanya.

“Bisakah kau melihatnya ?Lihatlah bagaimana dia sejak kau tinggalkan Lay. Hidupnya berubah, dia yang kuat dan selalu ceria sekarang sudah menghilang. Sekarang dirinya terlihat sangat rapuh seakan-akan jika kau menyentuhnya sedikit saja dia akan pecah berkeping-keping. Itu semua karena dia mencintaimu dan kau dengan mudahnya menyuruhku menggantikan posisimu. Aku memang mencintainya berharap ada sedikit celah di hatinya untuk ku isi. Hal yang bahkan orang bodohpun tau bahwa itu tidak mungkin. Kenapa ?karena hatinya sepenuhnya hanya untukmu” ucap Chen dalam hatinya.

-TBC-

11 thoughts on “Let’s Never Meet Again (Chapter 5)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s