Between Two Hearts sequel of Last gift [Last Chapter]

Title : Between Two Hearts sequel of Last gift

Author : Kang Tae Hee / @antiiimo

Length : series

Genre : rommance

Main Cast :

– SNSD Jessica

– EXO K Kai

– EXO M Luhan

Other Cast :

– SNSD Yoona

– EXO M Kris

– EXO K Chanyeol

note : maaf kalo gak nyambung dari cerita sebelumnya ;_; . abis saya bingung. maaf juga kalo gak ada feelnya. WARNING TYPO!
saya gak tau ini rating naik atau nggak. soalnya mau naikin rating berasa dosa ._. . rating kayaknya naik dikit pas di akhir. tapi gak tau sih wakakaka ._.V. hati-hati aja . dengerin lagu insane yg BTOB ya. soalnya pas bikin nih chapter saya dengerin lagu itu. maaf kalo mengecewakan.

——————————————————————————

“ aku mengkhawatirkanmu. Tapi ternyata kau… argh.” Ujar seseorang dengan nada penuh amarah, membuat Jessica tersadar dari lamunannya. Jessica, yeoja itu berbalik ke arah orang itu. Dia melihat wajah orang itu yang sepertinya sedang menahan amarahnya. Ya, Kai melihat itu semua.

                Jessica menatap Kai dengan tatapan penuh bersalah. Dia menggelengkan kepalanya. Ini tak seperti yang Kai lihat. Jessica menundukkan kepalanya sambil menghampiri Kai. Jessica memeluk namja itu dari belakang.

“ mianhae.” Ujar Jessica sambil memeluk Kai dari belakang. Kai hanya terdiam. Rasanya hatinya sudah benar-benar hancur melihat pemandangan tadi. Kejadian yang dari dulu dia takutkan akhirnya terjadi. Jessica akan mencintai Luhan.

“ Jong In – ah.” Panggil Jessica namun Kai mencoba melepaskan tangan Jessica dari pelukannya. Namja itu pergi meninggalkan Jessica tanpa sepatah kata apapun.

                Tangis Jessica turun ketika Kai pergi meninggalkannya. Dia menatap kepergian Kai. Jessica tahu, ini adalah salahnya. Tak seharusnya dia pergi bersama namja lain selain Kai. Jika Jessica berada di posisi Kai pun mungkin Jessica akan merasakan hal yang sama dengan Kai.

***

                Kai menutup pintu Kamarnya dengan sangat kasar. Untuk keberapa kalinya hati Kai terasa benar-benar sangat sakit karena Jessica, bahkan lebih sakit dibandingkan ketika dirinya melihat Jessica menangisi Sehun. Ini berbeda. Jika melihat Jessica menangisi Sehun mungkin sudah biasa. Tapi melihat Jessica berciuman dengan seorang namja yang baru dikenalnya, lebih menyakitkan dari rasa sakit yang telah Jessica berikan padanya.

                Kai duduk di tepi ranjang yang terdapat di kamarnya. Dia mengacak-ngacak rambutnya. Dia menghela nafas berat lalu memejamkan matanya sangat lama. Air matanya tiba-tiba saja turun. Untuk pertama kalinya dirinya menangis. Ahhh.. Mungkin sebagian orang akan berpikir seorang lelaki tidak pantas untuk menangis. Tapi bagaimanapun juga Kai adalah manusia, adakalanya dia merasa benar-benar sangat terpukul.

“ Jong In – ah. Mianhae.” Ujar Jessica tiba-tiba saja ada di kamar mereka dan tentu saja membuat Kai membuka matanya. Bahkan Kai tak menyadari Jessica sudah ada di kamarnya. Mungkin karena terlalu lama Kai merenung.

“ mianhae. I.. ini tak seperti yang kau lihat.” Ujar Jessica dengan suara yang sangat serak dan terlihat jelas sekali mata Jessica berkaca-kaca. Mungkin Jessica sedang menahan tangisnya. Melihat hal itu, tentu saja Kai tak tega. Dia tak akan pernah tega jika melihat Jessica menangis. Tapi kali ini, egonya benar-benar lebih tinggi dari perasaannya itu. Sehingga membuat Kai diam dan tak menjawab apapun yang dikatakan oleh Jessica.

“ Jong In – ah.” Panggil Jessica sekali lagi namun hanya mendapat tatapan dingin dari Kai. Namja itu menatap Jessica dengan pandangan yang menyiratkan kesedihan dan kekecewaannya pada Jessica.

“ pergilah. Aku hanya ingin menenangkan diriku terlebih dahulu.” Ujar Kai dengan nada yang cukup dingin sambil mengalihkan pandangannya dari Jessica. Jessica menatap Kai kaget, ini kali pertamanya Kai berbicara sangat dingin seperti itu. Bahkan pandangan dingin itu, Jessica baru pertama kali melihatnya. Sekarang, Kai benar-benar sangat marah padanya. dan itu semua tentu saja membuat Jessica benar-benar merasa bersalah.

“ tapi Kai…” belum sempat Jessica menyelesaikan perkataannya, Kai sudah menatapnya dengan sangat dingin mengisyaratkan Jessica untuk diam.

“ aku bilang tinggalkan aku sendiri, Jess.” Bentak Kai membuat Jessica mematung di tempatnya. Kai menghela nafas berat. Namja itu bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Jessica. Saat ini dia butuh tempat dimana dia tak akan bertemu yeoja itu.

***

                Jessica membuka matanya perlahan. Dia menatap ke sampingnya. Tak ada seorang pun disana. Tak ada Kai yang selalu terlihat ketika dia bangun dari tidurnya. Jessica bangkit dari tidurnya. Dia menghela nafas berat. Sebuah senyum kecut terukir di wajahnya. Bahkan saat ini dia bingung apa yang harus dilakukannya? Dan pada saat ini juga, Jessica sadar tak mengenali Kai dengan baik. Buktinya dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya ketika Kai marah seperti ini.

                Jessica berjalan keluar dari kamarnya. Jessica memang tahu, bahwa semalam Kai tidur di kamar yang berada di sebelah kamar Jessica dan Kai. Dengan sangat hati-hati, Jessica membuka pintu kamar yang berada di sebelah kamar Jessica dan Kai. Terlihat Kai yang saat ini sepertinya sudah siap untuk pergi bekerja.

“ kau akan pergi sekarang? Tapi aku belum menyiapkan sarapan untukmu.” Ujar Jessica namun hanya dibalas tatapan tanpa ekspresi dari Kai. Jessica menundukkan kepalanya. Dia menggaruk-garuk tengkuk kepalanya yang sama sekali tak gatal.

“ tak usah repot-repot. Aku pergi.” Pamit Kai pada Jessica membuat Jessica mendongakkan kepalanya. Jessica menghela nafas berat. Kai bahkan tak memberikan senyumannya sama sekali hari ini.

***

“ aku dengar kau dan Kai bertengkar. Ini pertama kalinya aku mendengar kalian bertengkar sangat hebat. Kris mengatakan padaku bahwa Kai bersikap sangat aneh saat ini. Dan dia yakin Kai dan dirimu baru saja bertengkar.” Ujar Yoona pada Jessica ketika dirinya mengunjungi Jessica di rumahnya. Jessica hanya menatap lurus ke arah televisi tanpa menjawab pertanyaan Yoona sama sekali. Bahkan tak ada hasrat bagi Jessica untuk berbicara.

“ dugaanku benar. Apa yang membuat kalian bertengkar, huh? Aku pikir pasti kau yang membuat Kai marah? Tapi rasanya tak mungkin bila Kai marah padamu.” Ujar Yoona meminta penjelasan dari Jessica. Ahh.. Yoona saja sepertinya hapal dengan Jessica dan Kai.

“ dia sangat marah padaku.” Ujar Jessica sangat pelan namun dapat didengar oleh Yoona. Tentu saja Yoona kaget mendengar Jessica berbicara seperti itu. Kai sangat sulit untuk marah pada Jessica. Dan sekalipun Jessica menangisi atau salah menyebut namanya menjadi Sehun, Kai tak akan marah pada Jessica. Yoona merasa yakin, pasti kesalahan Jessica kali ini sangat fatal.

“ apa yang membuatnya marah?” tanya Yoona. Jessica terdiam. Dia tak berani untuk menjawab pertanyaan dari Yoona. Jessica yakin, Yoona akan memberikan reaksi yang cukup berlebihan nantinya.

“ Jessie..” panggil Yoona meminta jawaban

“ L.. Luhan menciumku di hadapan Kai. Dan itu membuatnya marah.” Jawab Jessica menundukkan wajahnya. Bahkan Jessica tak berani untuk melihat ekspresi Yoona.

                Yoona menatap Jessica tajam ketika Jessica selesai menjawab pertanyaannya tersebut. Bagaimana bisa Jessica melakukan hal semacam itu? Tentu saja Kai marah besar seperti ini. Pikir Yoona

“ kau gila?” tanya Yoona, sementara Jessica hanya menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas berat. Bahkan Yoona yang selama ini selalu ada di pihaknya pun menjadi beralih berada di pihak Kai.

“ aku tak tahu Luhan akan senekat itu, Yoong.” Ujar Jessica lalu menutup wajahnya menggunakan telapak tangannya. Jessica menangis. Bahkan isak tangisnya terdengar cukup keras. Disaat dirinya sudah mencintai Kai. Dan mengapa hal ini yang harus terjadi? Pikir Jessica.

“ jangan menangis. Itu artinya Kai takut kehilanganmu, Jess.” Ujar Yoona sambil menepuk-nepuk punggung Jessica. Ini bukan salah Jessica sepenuhnya. Dan lagi, Yoona tahu bahwa Luhanlah yang mencintai Jessica.

***

                Lagi dan lagi, Kai terlihat sangat kacau. Rambutnya terlihat sangat acak-acakan. Beberapa kali dia mencoba fokus pada pekerjaannya. Tapi rasanya sangat sulit baginya. Sebegitu besar rasa sayangnya pada Jessica, membuatnya merasa sangat kacau ketika melihat Jessica bersama Luhan.

                Untuk kesekian kalinya Kai menghela nafas berat. namja itu memejamkan matanya sangat lama. Dia tak tahu apa yang dapat membuatnya tenang saat ini. Yang jelas Kai sudah benar-benar sangat cemburu pada Jessica dan Luhan.

“ apa yang terjadi padamu, Kai?” tanya Kris yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan kerja Kai. Kai hanya menundukkan kepalanya sambil menutup wajahnya menggunakan telapak tangannya tersebut.

“ aku baik-baik saja.” ujar Kai dengan suara yang cukup serak seraya bangkit dari duduknya.

“ kau akan kemana?” tanya Kris khawatir jika nantinya Kai akan melakukan hal yang macam-macam ketika keadaannya sangat kacau seperti ini.

“ tenang saja hyung. Aku tidak akan melakukan yang dapat merugikanku ataupun orang lain.” Ujar Kai sambil memberikan senyuman tipisnya untuk mengisyaratkan bahwa dirinya baik-baik saja.

***

“ Luhan – ah, apa yang kau lakukan?” tanya Jessica sedikit membentak ketika Luhan tiba-tiba saja menculiknya agar mengikutinya. Bukan menculiknya, lebih tepatnya Luhan menarik paksa Jessica agar ikut dengannya.

“ yah! Turunkan aku sekarang. Apa yang kau lakukan, Luhannie?” tanya Jessic a sedikit gemas. Luhan tak menjawab perkataannya sama sekali. Ketika Jessica bertanya pun Luhan tak menjawabnya.

Jessica menatap Luhan yang sedang menyetir dengan cukup lama. Satu hal yang membuatnya selalu nyaman jika berada di dekat Luhan. Semua yang ada pada Luhan benar-benar mengingatkannya pada Sehun. Dan Jessica tahu, perasaannya pada Luhan bukan perasaan cinta seperti yang dia rasakan pada Kai sekarang.

“ Luhan – ah, turunkan aku. Kau menarikku paksa ketika aku berada di depan rumahku. Bagaimana jika Kai tahu bahwa kita pergi berdua? Dia akan marah padaku, Luhan.” Ujar Jessica membuat Luhan menghentikan laju mobilnya. Luhan menoleh pada Jessica dan menatap gadis yang berada di sampingnya tersebut.

“ mengapa kau mau menemuiku di depan rumahmu jika kau takut Kai akan marah padamu?” tanya Luhan sambil tersenyum kecut. Ditatapnya Jessica yang saat ini sedang menundukkan kepalanya. Jessica sendiri tidak tahu mengapa dirinya masih mau menemui Luhan, padahal Jessica tahu Kai akan semakin marah padanya.

“ aku pikir kau harus mulai menjauhiku, sekarang.” Ujar Jessica tiba-tiba sambil mengalihkan pandangannya pada Luhan. Luhan menatap Jessica seolah-olah meminta jawaban mengapa Jessica menyuruhnya untuk menjauhinya. Namun  Jessica menundukkan kepalanya. Bahkan Jessica tak berani menoleh pada Luhan yang saat ini sedang menatapnya.

“ wae?” tanya Luhan dengan nada yang cukup lirih. Dia memang benar-benar tertarik pada Jessica, meski dia tahu bahwa Jessica sudah memiliki Kai. Dan perasaannya tersebut rasanya sulit untuk dihilangkan. Mendengar Jessica mengatakan bahwa dirinya harus menjauhi Jessica, tentu saja itu bukan hal baik bagi Luhan.

“ aku sudah memiliki suami, Luhan. Rasanya tidak enak bila kita pergi berdua seperti ini. Kai pasti tidak akan menyukainya. Tolong hargai aku.” Ujar Jessica dengan sangat hati-hati sambil memamerkan senyuman tipisnya. Luhan hanya tersenyum miris. Sepertinya keputusan Jessica kali ini tidak dapat diganggu gugat.

“ berikanlah seharimu di hari ini untukku. Buat aku merasakan bagaimana sehari bersamamu.” Ujar Luhan meminta. Jessica hanya menganggukan kepalanya untuk mengiyakan permintaan Luhan tersebut.

***

                Dengan langkah yang cukup gontai, Kai memasuki sebuah cafe di dekat tempat kerjanya itu. Penampilannya terlihat sangat kacau sekali. Tak ada senyuman di wajahnya.  Terlihat jelas bahwa namja itu sedang tidak dalam keadaan baik.

                Namja itu duduk di salah satu tempat yang sudah disediakan oleh cafe itu sembari menunggu pesanan yang tadi dipesannya. Sedari tadi pandangannya terus menelusuri cafe itu mencoba memperhatikan seluruh tingkah laku pengunjung cafe tersebut. Mungkin saja ada sesuatu lucu yang dapat menghiburnya.

Deg…

                Jantungnya serasa berhenti berdetak. Pandangannya terhenti pada seorang yeoja yang sangat dikenalnya. Kai terus memandangi yeoja itu mencoba memastikan bahwa itu adalah Jessica. Ternyata matanya masih cukup baik, yeoja itu memang Jessica.

                Kai mengepalkan tangannya. Dia menghela nafas berat untuk meredam emosinya saat ini. Mungkin Jessica memang akan memilih Luhan dan meninggalkannya pada akhirnya.

***

                Kai menyetir mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Itu adalah satu-satunya hal yang mampu membuatnya sedikit tenang saat ini. Pemandangan Luhan dan Jessica berciuman serta pemandangan Jessica berduaan dengan Luhan di cafe mampu memenuhi seluruh pikirannya.

“ ARGHHH.” Teriak Kai sambil memukul alat stirnya lalu menghentikan laju mobilnya. Dadanya terasa sangat sesak sekali. Dia memejamkan matanya sejenak. Membayangkan Jessica akan pergi meninggalkannya, rasanya itu sangat sakit sekali. Apalagi rasa cintanya pada Jessica tak dapat dideskripsikan. Yang jelas, “Kai sangat mencintai Jessica. Dan dia tidak tahu bagaimana dia menjelaskannya.” .

“ apa mungkin aku harus membuatmu bahagia dengan membiarkanmu bersama Luhan?” lirih Kai. Terlintas di benak Kai untuk bercerai dengan Jessica dan membiarkan Jessica untuk bersama Luhan. Tapi Kai tak bisa hidup tanpa Jessica. Apalagi melihatnya bersama Luhan. Itu hanya akan membuatnya semakin tersiksa.

***

“ aku masuk ke rumah dulu, Luhan. Ini sudah jam sembilan. Mungkin Kai akan semakin marah padaku.” Ujar Jessica sambil menundukkan kepalanya. Luhan mengacak-ngacak rambut yeoja itu dengan senyuman manisnya yang selalu terukir di bibirnya itu.

“ jika dia marah padamu. Aku akan membantumu, Jess.” Ujar Luhan, namun Jessica hanya menganggukan kepalanya. Tiba-tiba saja ponsel Jessica berbunyi, membuatnya merutuki dirinya sendiri. Jessica yakin yang menelponnya adalah Kai. Namun ternyata tebakannya salah. Dilihatnya lcd ponselnya tersebut, dan tertera nama “chanyeol” . jessica mengerutkan keningnya bingung. Untuk apa chanyeol menelponnya? Pikir Jessica.

“ yeoboseo.” Ujar Jessica pada orang di sebrang sana.

“ jemputlah suamimu itu. Kau tahu? Dia akan mabuk jika kau tak cepat menjemputnya kesini? Kalian memiliki masalah? Tak biasanya Jong In mau dikerubungi oleh wanita.” Ujar Chanyeol memberitahu Jessica. Chanyeol memang sahabat Kai, sahabat terdekat Kai yang mungkin sangat cocok Kai ajak untuk ke club malam seperti itu. Chanyeol memang seringkali gonta-ganti kekasih.

                Jessica terdiam mendengar kabar dari Chanyeol. Apakah kesalahannya begitu fatal? Sampa-sampai Kai pergi ke club malam seperti itu. Yang dia tahu, Kai sama sepertinya. Kai tak akan pergi ke club malam dan meminum alkohol.

“ come on babe. He flirted around the girls.” Ujar Chanyeol memberitahu Jessica membuat Jessica tersadar dari lamunannya. Dia sedikit meringis mendengar chanyeol memanggilnya “babe” . cukup mengerikan, pikirnya.

“ kalian dimana?” tanya Jessica

“ di club XXX. Cepatlah.” Suruh Chanyeol. Jessica memutuskan sambungan telponnya tersebut. Yeoja itu hendak memasuki rumahnya untuk mengambil mobil, namun Luhan dengan cepat menahannya.

“ kau akan menemui Kris? aku akan mengantarmu.”

“ Tap…” belum sempat Jessica mengakhiri kata-katanya tersebut, Luhan sudah meletakkan jarinya telunjuknya di depan bibir Jessica untuk membuat Jessica berhenti berbicara.

“ aku tahu Kai marah padamu karenaku. Jadi aku harus membantumu. Ayolah, sekali ini saja.”

***

“ Kai oppa, apakah kau sudah memiliki kekasih?” tanya seorang yeoja dari beberapa yeoja yang duduk mengerubungi Kai. Kai merangkul pundak yeoja itu yang kebetulan sekali duduk di sampingnya. Namja itu menatap yeoja itu sambil mengeluarkan smirknya. Kai terus menatap yeoja itu dari dekat, membuat yeoja itu sedikit salah tingkah.

“ menurutmu?” tanya Kai lalu meminum segelas minuman beralkohol. Yeoja itu menggaruk-garukkan tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.

“ ya, kau tampan. Pastinya kau sudah memiliki kekasih, oppa.” Ujar yeoja itu membuat Kai tersenyum kecut. Chanyeol yang melihat itu hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya. Sedikit tak menyangka bahwa Kai bisa bertingkah seperti itu. Yang dia tahu, Kai sudah menyukai Jessica sejak lama. Bahkan yang chanyeol tahu Jessica adalah cinta pertama Kai. Tapi mengapa setelah Kai dan Jessica menikah, Kai menjadi seperti ini? Pikir Chanyeol.

“ aku tidak memiliki kekasih.” Ujar Kai membuat Chanyeol menatapnya sedikit tajam. ya, sebenarnya apa yang dikatakan Kai cukup benar. Kai memang tidak memiliki kekasih. Tapi Kai memiliki seorang istri.

“ lantas, apa kau memiliki yeoja yang kau sukai?” tanya yeoja yang lainnya. Kai menundukkan sedikit wajahnya. Lalu menatap yeoja itu dengan tatapan yang mungkin saja dapat membuat yeoja itu melting. Bahkan Kai tak sadar, Jessica sudah berada di dekat Chanyeol dan terus menatapi namja itu dengan tatapan tak suka. Cemburu? Tentu saja Jessica cemburu melihat Kai seperti itu.

“ molla. Bagaimana jika aku menyukaimu?” tanya Kai dan tak sadar bahwa Jessica sudah ada di hadapannya dengan icy glarenya yang cukup membuat yeoja-yeoja yang ada di samping Kai ketakutan.

“ yah, bagaimana jika aku menyukaimu?” tanya Kai namun tak dijawab oleh yeoja itu. Namun yeoja itu hanya menatap Jessica membuat Kai menoleh ke hadapannya.

“ Jong In – ah!” bentak Jessica pada Kai. Yeoja itu meneteskan air matanya. Kai menundukkan kepalanya. Dia tak ingin melihat air mata Jessica. Karena air mata itu adalah kelemahannya. Kai tidak akan bisa tega bila melihat air mata itu.

“ yah! Kim Jong In! Apa yang kau lakukan disini, hah?” bentak Jessica dengan airmata yang terus mengalir. Dia tak pernah menyangka bahwa Kai akan bertingkah seperti itu. Bertingkah layaknya seorang player. Jessica benci melihat Kai yang seperti ini. Ini tak seperti Kai yang dikenal olehnya.

                Chanyeol, menatap Jessica dengan perasaan sedikit bersalah. Kalau saja dia tidak menemani Kai kesini, mungkin Kai tidak akan seperti itu. Sedangkan Luhan, hanya menatap miris Jessica. Dia hanya dapat menemani Jessica. Meski dalam hati dia ingin memeluk Jessica yang sedang menangis seperti itu. Tapi Luhan tahu, itu hanya dapat memperburuk suasana.

“ apa yang kau lakukan dengan gadis-gadis itu, huh?” tanya Jessica. Kai menatap Luhan yang berada di belakang Jessica. Ahh, mengapa Jessica tidak sadar? Bahkan orang yang membuatnya cemburu ada di belakangnya.

“ maaf, anda siapa? Tapi sepertinya kekasih anda sudah menunggu.” Ujar Kai sambil menatap Luhan. Jessica menatap Kai tidak percaya. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja Kai katakan.

Plakk

                Sebuah tamparan yang sangat keras melayang ke pipi Kai. Jessica menatap Kai tajam. hatinya sudah benar-benar sesak sekarang. Bahkan kerongkongannya terasa sangat tercekat. Sulit untuknya jika berbicara. Apakah sebegitu besar kesalahan Jessica sehingga Kai bertingkah seperti itu?

“ Jangan bercanda, Kai. Aku istrimu.” Ujar Jessica memaksakan untuk berbicara.

“ istriku? Bagaimana bisa seorang istri selalu menghabiskan waktunya dengan pria lain, huh?” tanya Kai sambil tersenyum kecut.

“ Kaii…” ujar Jessica

“ apa saja yang telah Luhan lakukan padamu, huh? Seperti ini?” tanya Kai lalu mencium bibir yeoja yang berada di sampingnya. Namun dengan cepat Luhan menarik Jessica ke dalam pelukannya, sehingga Jessica tidak melihat pemandangan itu. Dia tidak ingin Jessica melihat pemandangan yang akan membuat Jessica sakit.

                Luhan menatap Kai sangat dingin. Sementara Kai menatap Luhan seolah-olah tak peduli. Padahal Kai cukup cemburu melihat Luhan dapat memeluk istrinya tersebut. Dia tak suka jika Luhan berada di dekat istrinya. Apalagi memeluknya.

“ antar aku pulang. Sekarang.” Ujar Jessica dengan suara menahan tangis. Luhan hanya menganggukan kepalanya. Niatnya untuk menghajar Kai dia urungkan. Dan lagi, dia tahu Jessica tidak akan suka jika dirinya menghajar Kai.

“ Arghh!” teriak Kai sambil mengacak-ngacak rambutnya ketika Luhan dan Jessica pergi meninggalkannya. Sementara Chanyeol yang daritadi menonton hanya dapat menatap takjub drama yang telah terjadi.

***

                Jessica terus meneteskan airmatanya ketika dirinya dan Luhan sudah berada di tempat parkir. Dia tak menyangka Kai akan melakukan hal seperti ini padanya. disaat dirinya sudah mulai mencintai Kai. Dan disaat itupula Kai membencinya. Apa mungkin ini karma? Pikir Jessica.

                Jessica terjatuh membuat Luhan yang sudah berjalan dihadapannya itu menoleh dan dengan cepat menghampiri Jessica. Jessica terduduk sambil menangis terisak. Bahkan melihat pemandangan tadi membuatnya kehilangan tenaga. Luhan memeluk Jessica erat. Dia tak bisa melihat yeoja itu menampakan kelemahannya. Luhan tidak suka melihat orang yang dia cintai terlihat lemah seperti ini.

“ Jess.” Panggil Luhan sambil melepaskan pelukannya.

“ lihat aku.” Ujar Luhan namun Jessica tetap menundukkan kepalanya sambil menangis. luhan memegang dagu Jessica agar Jessica menatap wajahnya. Luhan menatap Jessica lirih.

“ jangan menangis.” ujar Luhan sambil mengusap air mata Jessica menggunakan kedua ibu jarinya. Luhan menggenggam tangan Jessica sembari terus menatap yeoja itu.

“ aku mencintaimu. Rasanya sangat sakit melihatmu seperti itu. Kau tahu rasa sakit itu ada dimana?” tanya Luhan dengan sangat lembut. Namun Jessica hanya menggelengkan kepalanya.

“ disini.” Ujar Luhan sambil meletakkan tangan Jessica di dadanya. Namun Jessica hanya menatap Luhan bingung.

“ dadaku sesak melihatmu seperti itu.” Ujar Luhan sambil tersenyum pahit. Luhan mengubah posisinya dan mengulurkan tangannya untuk membantu Jessica berdiri.

“ lebih baik kau pulang. Tenangkan dirimu.” Ujar Luhan

***

                Luhan baru saja akan menjalankan mobilnya untuk mengantar Jessica pulang. Namun tiba-tiba saja Kai mengetuk-ngetuk kaca di bagian Jessica berada, membuat Luhan hanya dapat menatap Jessica dengan tatapan bertanya. Jessica membuka jendela kaca itu membuat dirinya bisa mendengar dengan jelas apa yang Kai katakan.

“ pulanglah denganku.” Ujar Kai namun tetap dengan nada yang sedikit dingin. Jessica hanya menatap namja itu tanpa ekspresi. Semua perasaan bercampur di hatinya kala dia melihat Jessica. Bersalah, marah, dan rindu. Ahh, Jessica tidak dapat mendeskripsikan perasaannya terhadap Kai saat ini.

“ pulanglah bersamaku. Kau adalah istriku. Bagaimana bisa kau pulang dengan namja itu, huh?” Ujar Kai lebih lembut lagi. pandangannya terlihat sedikit memohon. Nampaknya Kai berharap sekali Jessica akan pulang bersamanya.

“ istrimu? Aku pikir kau tidak mengenal ‘istrimu’. Dan bukankah kau mengatakan Luhan adalah kekasihku?” Ujar Jessica dengan nada yang datar, namun ada penekanan pada kata-kata istrimu. Mendengar apa yang Jessica lontarkan Kai menghela nafas berat. Ahh, Kai tak benar-benar serius dengan kata-katanya tersebut. Dengan cara yang sedikit memaksa, Kai menarik Jessica ke pangkuannya. Dia menarik Jessica keluar bukan dari pintu mobil, melainkan melalui Jendela yang terbuka. Melihat hal itu, Luhan hanya dapat menatapnya tak percaya. Ternyata Kai ‘sedikit’ membahayakan, pikirnya.

“ yah. Apa yang kau lakukan?” tanya Jessica yang saat ini ada di pangkuan Kai. Dia meronta-ronta agar Kai melepaskannya.

“ Luhan – ah, aku yang mengantarnya pulang.” Ujar Kai pada Luhan

“ Jong In! Lepaskan. Turunkan aku.” Ujar Jessica namun tak Kai hiraukan.

***

“ yah! Turunkan aku. Bukankah kau tak mengenalku?” ujar Jessica dengan nada yang sarcastic ketika dirinya berada di kamar mereka.

                Kai menurunkan Jessica dari pangkuannya. Namja itu menatap Jessica yang saat ini memilih untuk menatap objek lain di sampingnya. Yang jelas, Jessica saat ini tidak ingin menatap Kai.

“ sebenarnya apa hubunganmu dengan Luhan?” tanya Kai dengan suaranya yang sangat pelan namun terlihat Jelas bahwa ada perasaan sedih yang tersirat dalam nada bicaranya tersebut. Namun tak ada jawaban dari Jessica. Kai tersenyum kecut melihat Jessica. Dia memegang dagu Jessica, membuat Jessica agar menatapnya.

“ kau menghabiskan seluruh waktumu dengannya? Apa saja yang telah kalian lakukan?” ujar Kai tersenyum sinis. Kejadian Luhan mencium Jessica hingga saat ini masih terus memenuhi otaknya.

“ Kai, apa maksudmu?” tanya Jessica membuat Kai mengeluarkan smirknya. Namja itu memiringkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Jessica. Jessica terdiam sambil terus menatap Kai. Mengapa tiba-tiba saja jantungnya berdegup sangat kencang. Mengapa tingkah Kai kali ini mampu membuatnya sedikit takut dan gugup.

Chu..

                Sebuah kecupan mendarat di bibir Jessica. Jessica membulatkan matanya. Dia menatap Kai yang saat ini sedang menciumnya itu dengan tatapan kaget. sementara Kai, namja terus melumat bibir Jessica. Jessica terdiam, bahkan Jessica tak membalasnya karena terlalu kaget.

“ aku tak ingin seorang pun melakukan hal seperti yang ku lakukan tadi padamu. Cukup hanya waktu itu Luhan menciummu. Jangan pernah lagi membiarkan namja lain untuk menciummu. Aku tak ingin namja lain menyentuhmu.” Ujar Kai sambil memandangi Jessica dalam. Kai menarik Jessica ke dalam pelukannya. Dia ingin yeoja itu mendengar detak jantungnya yang mungkin saat ini berdetak sangat kencang. Dia ingin Jessica tahu bahwa Kai tak ingin kehilangan yeoja itu.

“ aku tak ingin namja lain memelukmu seperti ini.” Ujar Kai. Jessica, yeoja itu membalas pelukan Kai. Yeoja itu memeluk Kai sangat erat. Bahkan dia baru menyadari bahwa ruangan di hatinya yang semula diisi oleh Sehun, sekarang sudah berganti menjadi Kai. Jessica tidak ingin kehilangan Kai saat ini.

“ dan aku tidak ingin namja lain memberimu tanda seperti ini.” Ujar Kai lalu mencium leher Jessica, menghisap dan menggigitnya kecil memberikannya kissmark di daerah tersebut. Nafas Jessica seperti terhenti kala Kai menciumi lehernya. Bahkan seperti ada kupu-kupu yang melayang-layang di perut Jessica. Ntahlah, yang jelas perut Jessica terasa sangat aneh.

Kai melepaskan ciumannya di leher Jessica. dia menatap Jessica seolah-olah Kai tidak ingin kehilangan yeoja itu. digenggamnya tangan Jessica.

“ saranghae.” Ujar Kai singkat namun sangat dalam

“ nado.” balas Jessica. Kai merengkuh pipi Jessica, membuat Jessica memejamkan matanya. kai, namja itu mengecup bibir yeoja itu lembut. ntah apa yang terjadi pada mereka setelah itu

———————————————————–

akhirnya ceritanya berakhir. maaf rada mengecewakan. saya anggap ini udh ending. soalnya kaisicanya udh bahagia dan si Luhan udh nyerah wakakaka ‘-‘

jangan lupa tinggalkan jejak ya

54 thoughts on “Between Two Hearts sequel of Last gift [Last Chapter]

  1. wsh thor kaisica akhir’a brsatu….
    luhan lari kpgkuan q dehc…. hehehe
    thor ditggu krya slnjut’a good job deh

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s