(Freelance) Ficlet : Wae

Title        : Wae?
Author        : Wgeonnie
Length        : Ficlet-1690w
Rating        : PG
Genre        : Romance, Comedy (?)
Main Cast    : Seohyun, Luhan
Pairing        : SeoHan
Author Note    : FF kedua~ nggak bagus, sih. Masih belajar soalnya;___; 1690w termasuk ficlet apa oneshoot, ya? Gak tau;_;

—————————————————————————–
Setiap namja yang mempunyai yeoja chingu pasti pernah merasakan keadaan dimana yeoja chingunya sedang dalam keadaan menyebalkan. Bukan hal menyebalkan biasa, namun hal yang benar-benar menyebalkan. Biasanya mereka sering sekali marah-marah tidak jelas dan tiba-tiba. Moodnya seringkali berubah tak tahu apa penyebabnya.

Yeah, PMS. Pra menstruasi sindrom. Walaupun itu terjadi sebulan sekali, namun tetap saja seluruh namja kadang tidak bisa menahannya. Termasuk Luhan.

Pasalnya ketika Seohyun PMS, ia bukannya marah-marah tidak jelas kepada Luhan ataupun mendiamkan Luhan seperti wanita kebanyakan. Jika yang terjadi seperti itu, Luhan masih bisa memakluminya. Tapi sungguh, yeoja ini benar-benar unik luar dalam. Ketika PMS ia justru sering bertanya mengapa. Mengapa yang ditanyakan Seohyun bukanlah pertanyaan seperti mengapa ikan hidup di air. Jika pertanyaannya seperti itu, Luhan masih bisa menjawab dengan jawaban karena ikan tidak punya paru-paru. Yah, walau ia tidak tahu itu benar atau tidak, paling tidak ia masih bisa menjawabnya. Masalahnya Seohyun selalu memberikan pertanyaan seperti mengapa jari tengahnya lebih panjang dari jari-jarinya yang lain. Mengapa yang pertama Luhan masih berusaha menjawabnya. Mengapa yang kedua Luhan mulai kebingungan. Dan mengapa yang ketiga membuat Luhan yakin jika yeojachingunya benar-benarsedang PMS.

Seperti pada saat Luhan dan Seohyun sedang berjalan-jalan di taman pada suatu hari. Seohyun memang belum menampakkan gejala PMSnya saat mereka sampai di taman. Luhan pun juga belum merasakan hawa-hawa PMS Seohyun.

“Es krim!” teriak Seohyun sambil menunjuk ke arah selatan. Tepat di belakang Luhan. Wajahnya terlihat sekali jika ia sedang menginginkan makanan dingin itu. Luhan sontak menoleh ke arah belakang dan mendapati tukang es krim yang sedang menjajakan jualannya di sebuah rombong berwarna-warni. Luhan kemudian membalikkan badannya untuk menoleh ke arah Seohyun.

“Arasso, kau tunggu di situ dulu..” katanya kemudian berjalan menuju penjual es krim itu. Seohyun mengangguk mengiyakan kemudian berjalan menuju tempat duduk taman.

Yeoja berambut sepunggung itu duduk manis menunggu Luhan di kursi taman. Sekali-kali ia menoleh ke arah kiri, kanan, ataas atau bawah. Sampai sesuatu menyita perhatiannya di bawah bangku yang didudukinya. Seohyun beranjak kemudian memutuskan untuk berjongkok demi melihat benda kecil yang berjalan ke samping. Ia merasa pernah melihat benda itu. Hewan itu lebih tepatnya. Seohyun menarik keras rambutnya agar otaknya dapat berpikir lebih cepat namun hal itu benar-benar tidak membantu. Karena stress tidak juga ingat, ia memutuskan untuk kembali duduk manis.

“It’s the best day ever, best day ever!” Seohyun menolehkan kepalanya ke arah sumber suara dan didapatinya sebuah becak goyang yang sedang dikayuh. Mengapa lagu yang diputar lagu milik spongebob? Seohyun tidak tahu walaupun dia ingin tahu. Sejenak kemudian ia memutuskan untuk ikut menyanyi. “It’s the best day ever, best day ev—-” Seohyun terdiam. Matanya membulat dan ia segera beranjak lagi dari tempat duduknya. Ia kembali berjongkok dan mendesah bahagia ketika hewan yang tadi dilihatnya masih berada di sana, di belakang batu kecil berwarna abu-abu sedikit kusam. “Mr. Krab!!” teriaknya senang. Ia baru ingat kalau ia pernah melihat hewan itu di acara televisi kesayangannya, Spongebob Squarepants. Setelah keroro tentunya.

“Seohyun-ah, kau sedang apa?” tanya Luhan. Seohyun yang tersentak sontak jatuh ke belakang. Tangannya yang berusaha menahan dirinya agar tidak terlentang di atas tanah mendarat tepat di atas sebuah batu yang tidak kecil namun tidak terlalu besar.

“Aww..”

Luhan segera meletakkan kedua es krim yang baru dibelinya dan berlari kecil kearah Seohyun. “Kau tak apa?” tanyanya sedikit khawatir sambil berusaha membantu Seohyun berdiri.

“Gwenchana..” kata Seohyun sambil sekali-kali melihat tangannya yang memerah. Kemudian ia mengambil es krim yang masih terletak di bangku taman dan memberikannya satu pada Luhan. Seohyun memakannya setelah ia duduk disusul oleh Luhan.

“Mm..” Seohyun terlihat bahagia setelah memakan es krim coklat dengan chocochip di atasnya itu. “Oppa..”

“Wae?”

“Mengapa batu itu keras sekali, ya?” tanya Seohyun penasaran.

“Tanganmu masih sakit?” tanya Luhan yang reflek memegang tangan Seohyun.

“Aniyo! Aku hanya penasaran.” kata Seohyun sambil tertawa pelan karena Luhan yang terlalu khawatir. Luhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Nan molla. Takdirnya begitu,  mungkin.” kata Luhan akhirnya. Ia menyesal tidak memperhatikan saat pelajaran IPA. Seohyun hanya mengangguk memaklumi.

Mereka terus berbincang sampai es krim mereka habis. Apa yang mereka bincangkan tidak habis-habis, tidak seberti es krim yang mereka makan yang cepat sekali habisnya. Akhirnya mereka memutuskan untuk  beralih tempat sampai Seohyun tidak sengaja membenturkan kakinya ke bangku meja.

“Aww..”

“Seohyun-ah! Kau kenapa lagi?” tanya Luhan khawatir pada Seohyun yang sibuk memengangi lututnya. Seohyun meringis.

“Hehehe, aku terbentur meja, Oppa..”

“Kau ini kenapa, sih? Mengapa dari tadi kau melukai dirimu sendiri secara tidak sengaja? Aigoo..” Luhan tertawa kecil.

“Salahkan bangkunya! Siapa suruh ia keras sekali..” kata Seohyun. Kemudian Seohyun dan Luhan berjalan keluar taman. Sebenarnya mereka tidak tahu mereka akan berjalan ke mana, namun mereka tetap berjalan.

“Huu, dasar..” kata Luhan sambil mengacak rambut Seohyun.

“Ngg, ngomong-ngomong..”

“Wae?”

“Mengapa kursi itu keras, ya, Oppa?” tanya Seohyun sambil berhenti berjalan, tanpa sadar memaksa Luhan untuk ikut berhenti juga. “Apa jangan-jangan kursi terbuat dari batu?!”

“Hee??” Luhan memasang tampang absurdnya. Ia tak tahu sekarang yeojachingunya sedang berbicara apa.

Seohyun kembali berjalan, masih dengan tatapan bertanyanya karena Luhan tak sedikitpun menjawab pertanyaannya. Luhan tersadar dari lamunannya kemudian segera menyejajarkan jalannya dengan Seohyun.

“Waaaaaa kodak!!” teriak Seohyun tiba-tiba. Seohyun segera meloncat dan bersembunyi dibalik punggung Luhan.

“Hah? Kodak?” tanya Luhan bingung. Namun sesaat kemudian ia menemukan seekor kodok yang sedang berdiri manis di rerumputan. “Ah, maksudmu kodok.” kata Luhan sambil tersenyum. Kemudian ia menarik lengan Seohyun untuk meneruskan perjalanan.

“Oppa, mengapa kodok itu kodok?”

“Hah?”

“Mengapa bukan kodak?”

“Itu merek kamera..”

“Hmm…” Seohyun manggut-manggut. Kemudian ia diam sejenak dan mulai bicara lagi. “Mengapa bumi bulat? Mengapa bukan bentuk hati?”

Luhan diam. Ia mulai menyadari yeojanya ini sedang dalam masa PMS.

“Mengapa kita bisa melihat?” tanya Seohyun. “Ah, babo! Tentu saja karena kita punya mata.” jawabnya sendiri. Luhan hanya diam sambil geleng-geleng.  “Mengapa orang bilang hidup ini berat, padahal aku tak merasakan keberatan apa-apa di punggungku?”

Luhan mulai stress.

“Mengapa ada cinta? Mengapa ada kehidupan? Mengapa eomma melahirkanku, bukannya melahirkan orang lain? Mengapa Oppa menyukaiku? Mengapa gelas dinamakan gelas dan piring dinamakan piring?”

“Seohyun-ah..” kata Luhan menarik lengan Seohyun. Kemudian ia menggerakkan punggung tangannya ke kening Seohyun. Seohyun hanya diam. “Ayo kita pulang, sepertinya kau sakit..”

“Aniyo, aku tidak sakit..” kata Seohyun polos.

“Kau sakit..” kata Luhan sambil menggandeng Seohyun dan berharap yeoja itu sedikit diam setelah perkataannya tadi, namun nihil.

“Oppa, mengapa ada kerutan di jari-jari kita? Apakah jari kita sudah tua?”

Luhan membalas tatapan Seohyun dengan senyum. Karena tak menemukan jawaban, Seohyun terus bertanya.

“Mengapa kita mempunyai dagu? Mengapa ada lekukan di atas bibir kita?”

Seohyun semakin menjurus ke arah ilmiah(?) dan Luhan semakin tidak mengerti.

“Mengapa pocari sweat enak?”

Luhan memasang wajah speechless atas pertanyaan Seohyun kali ini. Sungguh tidak penting. Ya Tuhan…

“Mengapa tanah juga keras seperti kursi dan batu? Apa tanah terbuat dari campuran kursi dan batu?”

“Kau sakit Seohyun-ah..” kata Luhan. Aku yang sakit. Hampir sakit. Hampir sakit jiwa. Batin Luhan. Ia berharap hari ini segera berakhir dan Seohyun yang biasanya segera kembali.
 
“Mengapa Oppa berjalan cepat? Aku kan memakai high heels.” kata Seohyun. Luhan memperlambat lajunya. “Oh, iya. Mengapa namja tidak mau memakai high heels? Mengapa namja tidak mau memakai daster? Mengapa namja tidak mau memakai rok? Mengapa? Padahal yeoja mau memakai celana..” Seohyun terlihat berpikir lebih dalam.

“Molla, Seohyun-ah, molla..”

“Mengapa kalau malam kita mengantuk? Mengapa mata kita menyipit saat mengantuk? Mengapa kalau kita bersin selalu menghadap bawah? Mengapa batuk yang tanpa dahak itu sakit sekali?”

“Yak, kita sudah sampai..” kata Luhan sambil tersenyum. “Kau istirahat yang banyak, ya..” katanya sambil tersenyum kemudian mengelus pelan kepala Seohyun. Seohyun hanya mengangguk.

——————————————————————————————————

Luhan merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Sensasi setelah mandi memang paling enak. Luhan memutuskan untuk segera tidur namun hatinya menyuruhnya untuk menyetel alarm. Ia menyesal telah membuka handphonenya untuk menyetel alarm setelah itu.

From: Hyunaaah
Oppa, mengapa aku tidak pusing? Biasanya kalau sakit kan pusing..

From: Hyunaaah
Mengapa Eonnie tidak suka keroro? Mengapa Oppa tidak segera menyukai keroro?

From: Hyunaaah
Mengapa kasurku tidak seempuk dulu? Apakah kasurku sudah bosan denganku, Oppa?

From: Hyunaaah
Mengapa daun ada berbagai macam bentuk?

From: Hyunaaah
Mengapa ultraman tidak bertanding dengan power rangers?

From: Hyunaaah
Mengapa Oppa tidak bertanding dengan Tsubasa? Aku yakin Tsubasa akan menang dengan tendangannya! Oppa harus meminjam tendangan si madun dulu agar bisa menang melawan Captain Tsubasa!! HAHAHA

From: Hyunaaah
Mengapa Nobita lebih tampan dan lebih tinggi dari Suneo? Mengapa Oppa lebih pendek dari Kris Oppa?

From: Hyunaaah
Mengapa aku tidak tumbuh-tumbuh? Mengapa aku tidak bisa mencapai tinggi 2m?!!!

From: Hyunaaah
Mengapa kita tidak memotong kuku sampai habis?

From: Hyunaaah
Mengapa kita memakan kaki ayam tapi tidak memakan kaki buaya?

From: Hyunaaah
Mengapa bulan bergerak mengelilingi bumi? Mengapa ia kurang kerjaan sekali?

From: Hyunaaah
MENGAPA OPPA TIDAK MEMBALAS SMSKUUUUUUUUUUUUUUUUUUU?! Ok aku tidur kalau Oppa sudah tidur. Aigoo..

“Mengapa kau bertanya seperti kau baru dilahirkan ke dunia? Mengapa??” tanya Luhan pada angin(?). Ia melempar handphonenya sembarangan sejurus kemudian dan memilih untuk segera tidur. Namun ia tidak bisa tidur. Entah mengapa semua pertanyaan Seohyun menancap di otaknya dan ia benci karena ia tidak bisa menjawab semuanya. Ini semua yang membuat Luhan gila jika berurusan dengan PMS-Seohyun. Ia sendiri juga nanti yang menanggung semuanya. Kadang ia juga bertanya-tanya mengapa otaknya senang sekali berpikir padahal ia tidak.

——————————————————————————————————

“Annyeong!” teriak Seohyun saat Luhan membuka pintu dorm EXO. Yeoja itu kemudian masuk dan duduk di sofa ruang tamu seperti hari-hari biasanya ketika ia datang ke dorm EXO. “Oppa..”

“Ngg..” jawab Luhan sekenanya.

“Mata Oppa kenapa? Tidak tidur kemarin?” tanya Seohyun.

“Mengapa?”

“Uh?”

“Mengapa semua yeoja harus menjalani masa datang bulan?”

“Hah?”

“Mengapa namja juga ikut terkena imbasnya padahal kami kaum namja tidak melakukan apa-apa? Mengapa otakku senang sekali berpikir? Mengapa aku tidak bisa tidur jika otakku sedang ingin berpikir? Mengapa gelas tidak terbuat dari kotoran ayam?”

“HAH??” Seohyun menganga.

“Mengapa kotoran sapi berguna tapi kotoran kita tidak? Mengapa aku jadi membicarakan kotoran?”

“Oppa ini bicara apa, sih?” tanya Seohyun.

“Mengapa kucing mengeong? Megapa anjing menggonggong? Mengapa tikus mencicit? Dan mengapa Tom ingin sekali memakan Jerry padahal masih banyak tikus lainnya di dunia ini? Mengapa Shaun The Sheep tidak bisa bicara? Mengapa Doraemon punya banyak benda di kantongnya padahal kantongnya datar? Mengapa aku kau adu dengan Captain Tsubasa?”

“Aigoo, Oppa pasti sakit, ya? Sebenarnya Oppa bicara tentang apa? Aku tidak mengerti..”

“Aku juga tidak mengerti!!! Aaaaaaarghhhhhh!! Mengapa???!!!!”

END.

37 thoughts on “(Freelance) Ficlet : Wae

  1. huahahahahahaha… yakin author. ni ff keren banget… ketawa ngakak guling-guling bahagia nyampe keluar aer mata.. huahahahaha… Mengapa ff ini lucu banget? Mengapa author bisa nyampe biki ketawa ngakak? wkwkwk

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s