(Freelance) Original

Title        : Original
Author        : Wgeonnie
Length        : Ficlet-822w
Rating        : PG
Genre        : Romance
Main Cast    : Seohyun, Luhan
Other Cast    : Yoona, SNSD
Pairing        : SeoHan
Author Note    : Annyeonghaseyo~ ini FF romance pertama author, maaf kalau cacad dan banyak typo TTwTT biasanya author buatnya FF comedy jadinya ya kalau buat romance gimanaaaaa gitu wkwkkw malah curhat-__-

.:*・°☆.。.:*・

“Luhan Oppa!” Seohyun memasang wajah konyol saat Luhan menatapnya. “Mehrong!” katanya lagi sambil menjulurkan lidahnya. Namja itu hanya tersenyum sambil mengacak-acak rambut Seohyun.

“Kau ini lucu sekali..” katanya sambil tersenyum. Seohyun tertawa kecil kemudian menatap kembali ke arah jalanan yang akan mereka lalui. Saat ini Luhan dan Seohyun sedang berjalan menuju dorm SNSD setelah berjalan-jalan beberapa jam.

Tak berapa lama kemudian sampailah mereka di tempat yang dituju. Taeyeon yang membukakan pintu sedikit terkejut melihat dua kepala di depannya. Tak menyangka Luhan akan mengantarkan Seohyun sampai di pintu dorm. Taeyeon memutuskan untuk membiarkan Luhan mampir terlebih dahulu dan Luhan tidak keberatan.

Luhan, Seohyun, dan Taeyeon berjalan memasuki dorm dan mereka disambut ceria oleh ketujuh member SNSD yang tersisa yang sedang melihat acara kartun di ruang televisi. Luhan, Seohyun dan Taeyeon membaur juga pada akhirnya.

“Luhan-ah, ini pertama kalinya kau masuk dorm SNSD, bukan?” tanya Yoona yang seumuran dengan Luhan. Luhan mengangguk mengiyakan. Seohyun menatap Luhan dan ikut tersenyum saat namja itu tersenyum.

“Ah, bagaimana kalau kita berfoto dulu? Ini kan pengalaman pertamamu!” usul Hyoyeon. Luhan hanya mengangguk sambil menatap Seohyun yang sedang menatapnya sekilas. Dalam hatinya ia bingung juga. Apa hubungannya?

“Aku ambilkan kamera di kamar dulu kalau begitu..” kata Seohyun sambil beranjak dan berlari kecil menuju kamarnya.

Seohyun mengacak-acak lemari kecilnya sambil berusaha mencari kameranya. Beberapa saat kemudian ia menemukan kamera itu bersamaan dengan suara gelak tawa yang sangat keras dari luar. Sepertinya ada adegan lucu di televisi, batin Seohyun.

Seohyun keluar dari kamarnya dan tatapannya langsung melihat layar televisi. Nihil. Layar itu hanya menunjukkan iklan. Kemudian ia menatap Luhan. Dan Yoona. Mereka tertawa berdua. Tawa mereka sangat lebar sekali, Seohyun ingin tertawa juga melihatnya. Luhan terlihat begitu bahagia. Seohyun tersenyum sampai ia mendengar Luhan berkata, “Kau ini lucu sekali..”

Luhan tertawa lebih lebar lagi, bahkan sambil menepuk-nepuk karpet tempatnya duduk. Seohyun melihat Yoona sedang membuat wajah-wajah konyol. Ia terdiam. Ia tidak cemburu, namun ia berfikir sesuatu.

“Seohyun-ah, jadi berfoto atau tidak?” pertanyaan Yuri membuyarkan lamunannya.

.:*・°☆.。.:*・

Akhir-akhir ini Seohyun tidak terlihat seperti biasanya. Ia terlihat lebih hiperaktif di mata Luhan. Bukannya namja itu tidak menyukai perubahan ini, namun ini bukan seperti Seohyun yang biasanya. Seohyun lebih sering tertawa sekarang. Sangat sering malah. Tawanya tidak lagi seperti dulu yang malu-malu dan menggemaskan. Tawanya lebih lepas sekarang. Luhan ingin tertawa juga namun keanehan ini menutupi segala kelucuan yang ada. Pada akhirnya Luhan terlihat memaksakan tawanya.

“Seohyun-ah, tas apa yang besar?” tanya Luhan saat mereka berdua sedang memakan es krim di pinggir jalanan. Bahkan cara makan Seohyun sekarang terlihat berbeda. Terlihat lebih ganas.

“Mmmmm, apphhaaa youaa??” kata Seohyun masih sambil melahap es krimnya. Luhan mengernyitkan dahinya.

“Aish, habiskan dulu es krim di mulutmu itu..” kata Luhan sambil meraih selembar tisu untuk membersihkan mulut Seohyun yang belepotan, namun Seohyun menghindar dan memilih mengambil tisu itu untuk membersihkan sendiri mulutnya. Luhan tersenyum tipis. Paling tidak ia belum berubah dalam hal ini.

“Mm, tas apa ya, Oppa? Tas gajah?” jawab Seohyun asal. Luhan menggeleng. “Tas dunia?” Luhan menggeleng lebih keras. “Ah, apa ya? Pass saja kalau begitu!” kata Seohyun.

“Tasiun (Stasiun)!” jawab Luhan lantang. Seohyun mulai tertawa. Kemudian tawanya semakin lebar dan keras.

“AHAHAHAHHAHAHAHHAHA..”

Saat itu Luhan teringat akan sesuatu. “Seohyun-ah..”

Seohyun menghentikan tawanya dan memegangi perutnya yang terlihat sakit karena tertawa terlalu keras. “Hmm?”

“Kau kenapa?”

“Aku? Aku kenapa, Oppa? Aku tidak kenapa-kenapa..” jawab Seohyun bingung.

“Kau tidak seperti Seohyun yang dulu, sekarang..” kata Luhan. Seohyun terdiam, berusaha mencerna. Seohyun dan Luhan terdiam cukup lama. Luhan yang tidak terbiasa dengan keadaan seperti ini berusaha mencairkan suasana. “Hahaha, maksudku kau sekarang lebih ceria, seperti Yoona! Jangan-jangan anak itu mengajarimu yang aneh-aneh, ya?” kata Luhan sambil tertawa.

Seohyun masih terdiam. “Hehehe, sebenarnya Yoona Unnie tidak mengajariku. Aku yang belajar darinya..”

“Eh?” Luhan terkejut atas jawaban Seohyun.

“Aku belajar gerak-gerik Yoona Unnie selama ini, Oppa. Hehehe. Kelihatannya Oppa lebih bahagia dengan orang yang ceria seperti Unnie, jadi aku mencoba seperti Unnie.”

“Kau bicara apa, Seohyun-ah?”

“Oppa tidak sadar, ya?” tanya Seohyun. “Oppa bilang aku lucu sambil tersenyum. Tapi Oppa bilang Unnie lucu sambil tertawa lebar. Padahal kami sama-sama membuat wajah lucu..”

“Jadi ceritanya sekarang kau cemburu?” tanya Luhan pada Seohyun.

“Aniyo! Aku belajar dari pengalaman..” Jawaban apa itu-__-, batin Luhan. “Tapi Oppa lebih suka aku yang seperti ini, kan? Yang ceria seperti Yoona Unnie?” tanya Seohyun sambil tersenyum bahagia.

Luhan tersenyum. “Seohyun-ah..” katanya. “Kau itu kau. Yoona itu Yoona. Aku menyukai kau, bukan Yoona.” Seohyun terdiam. “Aku menyukaimu bukan karena keceriaanmu atau apalah itu. Aku menyukaimu karena kau itu Seohyun. Ya, Seohyun yang kalem dan lemah lembut. Mengapa aku tertawa lebih keras jika bersama Yoona? Karena dia temanku. Apakah kau ingin aku tertawa keras di depanmu?” Tanya Luhan. Seohyun hanya diam. “Lagipula aku tidak terbiasa dengan Seohyun yang seperti ini. Aku lebih terbiasa dengan Seohyun yang biasanya. Yang lebih Seohyun.”

“Nggg..”

“Aku yakin kau juga tidak nyaman bertingkah seperti ini, bukan?” Seohyun mengangguk pelan.

Luhan tersenyum kemudian mengacak-acak rambut Seohyun.

“You were born an original. Don’t die a copy.”

END.

19 thoughts on “(Freelance) Original

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s