[KrisSica] REGRET (PART 2) #END

LOVE, One Word Can Change the Life [KrisSica]

Title                   : LOVE, One Word Can Change the Life

 

Sub Tittle         : REGRET

 

Author             : JeniHwang

 

Main Cast         :

–          Wu Yi Fan a.k.a Kris

–          Jung SooYeon a.k.a Jessica

 

Length             : Series

 

Genre               : Romance, Sad, Angst

 

Author’s Talk :

            Hai readers ^^ ini dia PART TERAKHIR dari FF Love, One Word Can Change the Life versi KrisSica.

 

Mudah-mudahan puas ya.. hehe..Kalo ada typo ataupun alur yang kacau, jeni minta maaf ^^v  By The Way, POV awalnya masih POV si Kris ya, ngelanjutin dari part 1😄

 

Sebelumnya jangan lupa baca PROLOG dan [KrisSica] PART 1^^

 

[PROLOG] : LOVE, ONE WORD CAN CHANGE THE LIFE

[KrisSica] REGRET (PART 1)

***

“And I can feel  her like a memory.. Like a puzzle of my heart..”

***

Semua di malam itu sangat indah terasa. Hingga sampai pada saat, dimana hal itu mengacaukan semuanya..

 

#FLASHBACK#

            Sica terlihat sedang asik dengan makanannya, aku hanya tersenyum melihatnya. Sica memang suka sekali makan, tapi aku heran kenapa ia tetap bisa menjaga berat badannya. Kami berdua pun terdiam untuk sesaat. Melihat situasi yang kurang mengenakkan ini, aku memutuskan untuk mengatakan apa yang sebenarnya aku ingin katakana di tempat ini kepadanya.

 

            “Ehm.. Sica-ah..”

 

            Sica masih terlihat sibuk dengan makanannya, sehingga aku memanggilnya lagi..

           

            “Sica-ah..” Aku memanggilnya sambil memegan tangannya..

 

            “Ne Kris??” jawabnya dan langsung memalingkan wajahnya ke arahku.

 

            “Ada yang ingin ku katakan padamu.. Ini, penting..” Aku mulai memasang mimik wajah serius,

 

            “Eungg, malam ini kau terlihat aneh Kris..mengajakku makan malam tanpa memberitahuku lebih dulu, menutup mataku, menyiapkan ini semua, dan….ah sudahlah. Apa yang ingin kau katakana hem??” Sica bertanya sambil meneguk ice cappucino nya.

 

            Aku melepaskan genggaman tanganku dari tangannya, dan mulai berjalan ke arah samping kursinya. Aku berlutut dihadapannya dan menarik pelan kedua tangannya. Ia sedikit kaget dengan sikapku.

 

            “Kris…” Katanya pelan.

 

            Aku berdehem pelan dan mulai berbicara, “Sica, sudah 15 bulan kita bersama. Dan selama itu pula aku selalu berusaha ada untukmu. Saat kau senang, sedih, kesal, bosan, aku berusaha ada disisimu. Mungkin selama ini kau berpikir kalau aku hanyalah seorang namja yang dingin, kaku, dsb.. Tapi sebenarnya dibalik semua itu, aku tulus menyayangimu, mencintaimu, dengan caraku sendiri yang mungkin kau atau orang lain tak mengerti.. Jadi….”

 

            Aku behenti sejenak, melihat ekspresi Sica yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Terlalu excited mungkin?

            Aku juga bisa measakan banyak mata yang melihat kami, ah tidak, lebih tepatnya melihat aku yang sedang melakukan hal ini.

 

            Aku berusaha hanya fokus pada Sica, aku merogoh saku celanaku dan mengeluarkan sebuah kotak persegi empat mungil berwarna silver.

Aku menarik nafas dalam-dalam dan membuka kotak silver itu.

 

“Jessica Jung……, will you marry me…?”

 

Finally, aku berhasil mengatakannya. Bisa kulihat kalau Sica terlihat bingung dan salah tingkah. Ia menunduk, dan jujur saja aku semakin berdebar-debar.

Suasana restoran pun menjadi sangat hening ku rasa.. Ah, aku yakin mereka semua juga sedang menyaksikan hal ini..

 

Setelah beberapa lama Sica mulai mendongakkan kepalanya. Ia mengusap sesuatu di pelupuk matanya.. Astaga, ia…menangis??

Aku berniat untuk bicara, tapi karena kulihat ia akan mulai berbicara, aku pun diam.

 

“Kris… Kau namja yang baik..Anni, kau sangat baik .. Tapi maaf……, aku tidak bisa….” Sica berkata dengan suara parau.

 

Saat itu juga aku merasa seperti disambar halilintar. Kaget? Tentu saja aku kaget..

 

    “A…apa mak…sudmu??”

 

“Perlu kuperjelas  Kris?? Aku tidak bisa menikahimu          .. Mianhe…” Sica buru-buru mengambil tasnya diatas meja dan segera beranjak pergi dari restoran itu. Aku sempat shock, tapi dengan segera kesadaranku kembali dan aku berusaha mengejarnya.

 

“Sica…Sica..” Aku mengejarnya. Ia tetap berlari kecil.

 

Akhirnya aku berasil mengejarnya, sedikit ku tarik paksa tangannya. Ia pun berbalik menghadapiku, “apalagi Kris? Kau ingin mencaciku karena menolak lamaranmu? Atau kau ingin membunuhku sekalian? Silahkan..maaf.. tapi aku tak bisa Kris..” walau hari sudah malam,dan hanya diterangi lampu jalan, aku masih bisa melihat Sica menangis. Aku terhenyak, aku tidak bisa melihatnya seperti itu.

 

Segera saja kudekap ia di dalam pelukanku, “aku tau kau hanya belum siap..Maafkan tas apa yang kulakukan malam ini.. Ketika kau besok bangun pagi, anggaplah hanya ada makan malam biasa antara aku dan kamu pada malam ini..” Ujarku lembut. Jujur saja, sebenarnya aku merasa sakit luar biasa saat Sica menolak lamaranku tadi. Tapi aku akan lebih sakit bila melihat ia menangis seperti ini..

Sica balas memelukku dan menenggelamkan kepalanya didadaku, “Jeongmal mianhe..” Ia berkata sangat pelan, hampir seperti berbisik, tapi aku masih bisa mendengarnya. “Gwaenchana princes..” Kataku sambil mengelus rambutnya.

 

“Kajja kita pulang, biar aku yg mengantarmu. sudah larut malam bagi seorang wanita cantik pulang sendirian..” Ajakku. Sica diam ditempatnya. Akhirnya aku menariknya ke arah mobil, dan ia menurut.

 

            Di dalam mobil tidak ada perbincangan antara aku dan Sica. Sepertinya kami sibuk dalam pikiran kami masing-masing. Ya, aku sendiri sedang memikirkan apa yang baru saja terjadi beberapa saat yang lalu.

Kalau lelaki lain ada di posisiku, mungkin mereka akan sangat kesal, kecewa, bahkan mungkin tak mau lagi mengenal yeoja yang menolak lamaranku. Tapi buktinya? Setelah ditolakpun, aku masih mau mengantar pulang yeoja yang menolakku ini..

            Mungkin ini yang dinamakan, cinta itu buta….?

 

#END FLASHBACK#

-END Kris POV-

 

-Author POV-

Mungkin karena Kris telah duduk terlalu lama tanpa memesan apapun dan hanya termenung, seorang pelayan menghampirinya.

 

“Maaf mengganggu tuan. Tapi, apa anda akan memesan sesuatu?”

 

“Kris menoleh dan tersadar “Ah, tidak..aku hanya sedang mampir untuk mengenang sesuatu. Maaf kalau kehadiranku mengganggu kalian..” Kris berkata seraya pergi dari restoran itu..

 

Sudah pukul 3 sore sekarang. Dan Kris masih berjalan menyusuri kota Seoul. Kris pergi ke Namsan Tower dan segera naik ke paling atas. Ia bisa melihat keindahan dan keramaian Seoul dari atas Namsan Tower.. Ia ingat, Jessica juga suka mengajaknya ke tempat ini.

 

-END Author POV-

 

-Kris POV-

Kebodohanku lah yang membuat Sica pergi. Aku memang naja jahat yang tidak punya hati. Aku melipat kedua tanganku dan meletakkanya diatas pagar pembatas Namsan Tower, dan mulai mengingat kejadian itu lagi.

 

#FLASHBACK#

            Hari ini aku akan menemui Sica dikelasnya dan mengajaknya makan siang.. Aku ingin menebus kesalahan atas lamaranku yang tiba-tiba 3 hari yang lalu.

            Sudah pukul 10,45 KST. Seharusnya jam kuliah Sica sudah selesai 15 menit yang lalu. Aku berjalan cepat ke kelasnya, takut-takut kalau ia sudah keluar kelas.

 

            Setelah sampai dikelasnya, aku segera mengintip ke dalam. Sepi.. Hanya ada beberapa mahasiswa dibelakang kelas yang sedang mendiskusikan sesuatu.

            Aku mengedarkan pandangan mencari sosok Sica di dalam kelas itu, tapi nihil..

            Tiba-tiba saja ada yang menepuk pundakku dari belakang,

 

            “Kris..?”

 

            Aku menengok. Ah, ternyata Sulli.. Aku kira Sica..

 

            “Mencari Sica Kris..?” Lanjutnya.

 

            “Ya ssul. Kau melihatnya?” Tanyaku langsung.

 

            “Eungg, sepertinya ia sedang mengerjakan tugas di E&G Café. Tadi sih dia juga mengajakku kesana, tapi karena aku harus cepat pulang, aku tidak menemaninya..” Jawabnya.

 

            “Lalu, kenapa kau masih disini kalau kau harus pulang cepat?” Tanyaku heran

 

            “Materi praktikkumku untuk besok tertinggal di laci meja, jadi aku mengambilnya. Bisa habis dimarahi Kim Songsaengmin aku kalau besok tidak membawa materi itu ke laboratorium..” sahutnya acuh.

 

            “Oh begitu. Yasudah, aku menyusul Sica dulu ya ssul.. Bye..” Kataku

 

            Aku segera masuk ke mobilku yang terparkir  di parkiran kampus dan dengan cepat mengendarai mobil ke E&G Café. Siang ini hujan rintik-rintik turun, suasana kota pun jadi tidak erlalu panas

 

            Segera saja aku turun sambil membawa bunga dan coklat yang telah kusiapkan.

            Aku masuk ke dalam café, dan melihat kesekeliling, untuk mecari Sica. Dan Gotcha!! Aku mendapatkannya. Ia sedang memakai dress polos berwarna biru muda selutut yang dulu pernah aku belikan untuknya.Cantik… ia memang selalu cantik..

 

            Tapi tunggu, Sica tidak sendiri…  Ia bersama dengan ….hey? seorang namja? Siapa namjaitu. Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya.

 

 

Dan, dia terlihat sangat dekat dengan Sica. Apa-apaan ini?? Ku melihat namja itu memegang kedua tangan Sica dan mencium tangannya????!!!

 

Jujur saja aku sangat emosi saat itu. Sica sedang berbicara kepa namja itu saat aku menghampiri meja meraka.

 

“Jadi inikah yang dinamakan tugas..??” Tanyaku sarkratis.

 

“Kris..se..sedang apa kau disini??” Sica langsung bangun dari duduknya. Ia terlihat kaget.

 

“Tentu saja ingin memberikan kejutan kepada yeojachinguku sekalian meminta maaf atas kejadian 3 hari lalu..Tapi ternyata kau malah sedang sibuk dengan namja ini..” Kataku dingin sambil menekankan kata ‘namja ini’

 

“Kris, ini tak seperti yang kau bayangkan…” Kata Sica.

 

“Benar agasshi, ini hanya salah paham..” Ha!! Sekarang namja tak tau diri itu berbicara.

 

“Salah paham apalagi hah? Saling bercanda , tertawa bersama, pegang-pegangan tangan, mencium tanganmu, mukamu yang memerah, itu namanya salah paham??!!  Cukup!! Jadi karena laki-laki inikah kau menolak lamaranku??” Teriakku sambil menunjuk namjaitu.

 

“Kris.. Donghae oppa tidak bersalah.. Lagipula ia tak ada hubungannya dengan penolakan itu..” Jawab Sica lemah..

 

“Oh..jadi nama namja ini adalah Donghae?? Cukup nona Jung..!! Aku kira ,aku bisa memperbaiki segalanya.. Tapi ternyata aku salah.. Lebih baik semuanya sudah sampai disini. Dan untuk kau Donghae, ambil saja dia kalau kau mau!!’’ kataku tegas dengan amarah yang sudah mencapai ubun-ubun kepalaku.

 

Aku pun membanting asal bunga dan coklat yang tadinya akan kuberikan padanya. Aku segera beranjak pergi dari Café dan hendak menuju mobilku yang ku parkirkan di seberang jalan. Aku tak peduli kalau hujan yang tadi hanya rintik-rintik, sekarang sudah beralih emnjadi hujan yang deras

 

Sebelum aku berhasil untuk menyebrang, sebuah tangan mungil menarik lenganku.. Tangan sica..

 

“Kris..Kau harus mendengar penjelasanku..” kata Sica yang sudah berurai air mata. Walaupun hujan deras mengguyur tubuh dan wajahnya, aku masih bisa tetesan air mata yang keluar dari matanya.

 

Air mata? Biasanya aku akan langsung luluh melihat air matanya.. Tapi kini semua terasa membatu, membeku begitu saja..

 

“Tak ada lagi yang perlu dijelaskan. Semua yang kulihat tadi sudah lebih dari cukup..” Ujarku dingin.

 

“Kris..Kumohon.. Ia itu dokterku, yang menangani penyakitku.. Percayalah Kris..” Katanya sambil menarik-nari pelan bajuku.

 

            “Cih!! Dokter katamu? Mana ada dokter yang sampai sedekat itu dengan pasiennya, sampai menggenggam tangan pasiennya, mencium tangan pasiennya. Dan lagi, kau bilang kau sakit? Ha! Jangan bercanada Sica, itu tidaklah lucu..Kau mau aku kasihan dan memaafkanmu dengan mengatakan kalau kau sakit, begitu maksudmu??”

 

            Kulihat ekspresi muka Sica yang seakan tak percaya dengan kata-kata yang baru kuucapkan. Aku sendiri kaget kenapa kata-kata yang bisa dibilang cukup kasar itu bisa keluar dari mulutku. Sedingin atau sekasarnya diriku, aku tak pernah berkata seperti ini didepan Sica. Jujur saja, sampai detik inipun aku masih sangat mancintainya, tapi…aku juga manusia biasa yang bisa merasa sakit..

 

            “Kris…. Aku tidak bermaksud berbohong..” Kata Sica lirih.

 

            “Sudahlah..” kataku ..Ku lirik ke depan pintu café, namja yang bernama Donghae itu berdiri disana melihat apa yang terjadi antara aku dan Sica, ia sedang berjalan menghampiri kami. Ia membawa payung.. Ha! Pasti itu untuk Sica..

 

            “lebih baik kau pergi bersama namja itu. Aku memang tak tau siapa dia. Tapi ia telah berhasil mencuri hatimu, sehingga kau menolak lamaranku. Iya kan? Sudah ya..” Aku langsung berlari kecil menyebrangi jalan yang basah sembari menutup kepalaku dengan kedua tangan.

 

            Ku dengar Sica terus berteriak memanggil namaku, hingga ..

 

                    DCITTTT………    BBRAAAKKK…. ‘aaaaaaagggrrhhhhh Kris….’

 

            Spontan aku menoleh kebelakang, aku terkejut ..Luar biasa terkejut …

 

 

 

           

            Tidak mungkin……

 

 

 

 

            Aku berlari ke tengah jalan, menyeruak diantara kerumunan orang banyak..

 

            Kulihat yeoja yang sangat kucintai bersimbah darah dan air hujan membuat darah itu menyebar kemana-mana. Tidak mungkin, tidak mungkin truk barusan tadi menabrak Sica..

 

            Langsung aja aku langung terduduk lemas disamping Sica yang sedang dipangku oleh Kangta. Terlihat ekspresi khawatir dari mukanya. Kalau dalam situasi biasa, aku yakin aku akan cemburu. Tapi tidak dalam situasi seperti ini..

 

            “Sica…….SICA… BANGUN….!!” Aku menggoncang-goncangkan tubuhnya sambil menggenggam erat tangan kirinya. “BANGUN SICA!!”

 

            “K…K..ris… “ dengan susah payah ia memanggil namaku.

 

            “Aku disini Sica..” Aku menjawab dengan mata yang sudah banjir dengan air mata.

 

            Donghae yang sepertinya mengerti segera menyingkir dan memberi tempat yang cukup strategis untukku dekat dengan Sica.

 

            “Kris…Mi..mian..he.. A..ku.. tak ber.mak..sud.. un..tuk…”

 

            “Aku memaafkanmu Sica.. “ Aku semakin menangis menjadi-jadi.

 

Jangan kalian bilang aku namja cengeng. Siapapun kalian, namja atau yeoja, kalau ada diposisiku aku yakin kalian  pasti akan menangis juga..

           

           “Kr…is. Jaga di..rimu baik-ba..ik ak..u ha..rus.. per..gii..” dengan sekuat tenaga Sica berusaha berbicara.

 

            “Tidak Sica..tidak boleh.. Kau harus tetap disini ..Kau harus menemaniku.. Ingat janji kia dulu kan.. Ayolah Sica, kau harus bertahan princess..ambulance akan segera datang” Aku berkata dengan panik. Kukecup tangannya lembut.

 

            Sica hanya tersenyum lemah lalu berkata “Ber..jan..jilah untuk.. me..lanjutkan hi..dup..mu.. dengan ba..ik.. Je…ongmal.. Saran..ha..eyo… k..ris..” Ucapnya sambil berusaha sekuat tenaga mengusap pipiku.

           

            Ku pegang tangannya yang ada dipipiku dan menatapnya dengan tatapan pilu. Tidak lama, tangan Sica yang ada di pipik terjatuh begitu saja.. Aku kaget.. Ku lihat Sica perlahan menutup matanya. Spontan, aku histeris

 

            “SICA… BANGUN SICA BANGUN..!” ku goncang2kan wajahnya, badannya, tapi tak ada perubahan.. “JESSICA JUNG.. KAU HARUS BANGUN!! KAU TIDAK BISA MENINGGALKANKU SEPERTI INI..BANGUN SICA BANGUN..” Aku berteriak semakin histeris.. Orang-orang yang daritadi berkerumun menatapku kasihan, ada yang langsung meninggalkan kerumunan, entah karena tak tega, atau karena tak peduli.

 

           Donghe berusaha menenangkanku “Sudah Kris. Sudah.. Lihat, ambulance suah datang..” Ucapnya pelan

 

            “UNTUK APALAGI AMBULANCE!! SEMUANYA TERLAMBAT!! ARGGGHHH!!” aku semakin gila berteriak

 

             Donghae dan seorang lainnya pun berusaha menenangkanku dan menjauhkanku dari TKP, sementara petugas ambulance mengurus jenazah Sica. Aku menatap nanar jenazah Sica yang diangkut ke dalam ambulance..

#END FLASHBACK#

 

Ah..lebih baik aku mengunjungi makamnya.. Sejak hari pemakamannya, aku tak pernah kesana lagi..

-END Kris POV-

 

-Author POV-

Kris pun keluar dari kawasan Namsan Tower dan berjalan gontai ke arah pemakaman. Setelah sampai di makan Sica, ia meletakkan setangkai bunga mawar putih kesukaan Jessica didepan makan dan memegang nisannya, menatapnya dengan nanar, dan tanpa terasa air matanya menetes.

 

“Jeongmal Bogoshipeo Jessica..” bisik Kris pelan

 

Tanpa Kris sadari, seseorang sudah ada di belakangnya, memperhatikan dirinya..

 

“Ekhm, Kris??” panggil seseorang yang ternyata namja..

 

Kris menengok “Donghae.. apa yang kau lakukan disini?” Tanya Kris dengan dingin.

 

Donghae yang merasakan aura tak enak dari Kris pun menjawab “Tentu saja untuk ziarah ke makam pasienku,,”

 

“pasien??” Kris mengangkat alis karena heran..

 

“Tentu.. Jessica Jung, ia pasienku..” Jawab Donghae.

 

Kris masih terdiam. Donghae tau kalau namja berpendidikan Kris merasa bingung, dan ia merasa perlu meluruskan masalah yang terjadi selama ini.

 

“Ikut aku..Ada yang ingin ku luruskan..Tentang Jessica” Donghae berkata kepada Kris ,lalu membalikan badannya ke luar pemakaman

 

Kris pun menurut..Tentu saja, karena Donghae berkata bahwa apa yang akan dikatannya ada hubungannya dengan Jessica.

 

Ternyata, Donghae mengajak Kris ke kedai ramyun tak jauh dari area pemakaman. Pelayan datang dan Donghae pun memesankan makanan untuk mereka berdua

 

“Apa yang ingin kau jelaskan?” Tanya Kris to the point setelah pelayan yang mencatat pesanan pergi.

 

“Wah..kau ini tak suka berbasa-basi rupanya..”
“Sudahlah cepat..”

 

“Baiklah..” Ujar Donghae

 

“Pertama, aku memang dokter sungguhan , dokter syaraf..” Lanjut Donghae  sambil mengeluarkan kartu identitas dokternya dari dalam dompetnya.

 

Kris masih bergeming..

 

“Kedua, Jessica Jung memang pasienku..” Donghae berujar lagi

 

Kali ini Kris bereaksi “Apa maksudmu?? Tunggu, menurut kartu identitasmu ini, kau seorang dokter syaraf, dan kau bilang Sica adalah pasienmu..Berarti Sica..”

 

“Ya, Sica mengidap penyakit syaraf. Lebih tepatnya ataxia..”Kata Donghae, lalu ia mengeluarkan beberapa dokumen dari dalam kertas kerjanya.. “Aku tau kau tak akan percaya begitu saja Kris, makanya aku selalu membawa dokumen-dokumen hasil check up, rontgen, diagnosa, dll selama Jessica berobat selama ini. Takut-takut aku akan bertemu dengamnu, dan inilah dia.. Hari ini kita bertemu” Lanjut Donghae lagi dan menyodorkan semua dokumen itu ke hadapan Kris.

 

Kris membaca seksama dokumen itu, dan berujar “Bagaimana bisa..??”

 

“Sudah 3 bulan lebih Jessica berobat kepadaku.. Sebenarnya ataxia yang ia derita masih cukup ringan..”

 

“Bagaimana mungkin aku tidak tau semua ini??” Ujar Kris frustasi sambil membolak-balik dokumen2 itu.

 

Donghae tersenyum tipis, “Ia tidak mau membuat laki-laki yang begitu ia cintai jadi sedih….. atau justru meninggalkannya…Ia ingin selalu bersamamu Kris. Oleh karena itu ia sangat giat berobat demi kesembuhannya. Walaupun sudah berkali-kali ku katakan, ataxia belum bisa disembuhkan, ia tetap semangat berobat. Ia bilang Ia melakukan semua itu demi keluarganya, dan demi kau…”

 

Kris terhenyak dengan kata-kata Donghae.. “Jadi… ia melakukan pengobatan yang bisa dibilang sia-sia itu..untukku??” Tanya Kris.. Kris langsung berpikir ,dan ia berkata lagi ..”Apa ia menolakku waktu itu karena merasa tidak pantas?”

 

“Bukan, bukan merasa tidak pantas. Ia hanya merasa belumpantas bila namja sepertimu harus menikah dengan yeoja penyakitan sepertinya .Ia ingin sembuh terlebih dulu untuk bisa selamanya bersamamu. Ia menyayangimu Kris..Kalau bisa kubilang, bahkan ia mencintaimu,sangat..” Kata Donghae pelan, kemudian sedikit menyduh kopi hangatnya..

 

“Tapi..kalian? kejadian di café saat itu? Pegangan tangan? dan… “

 

“Sudah kubilang itu semua salah paham..”Potong Donghae cepat. “Aku memang menyukainya setelah beberapa lama berjumpa dengannya. Ia gadis yang cantik, baik, ceria, semangat, selalu berusaha walaupun untuk sesuatu yang sebenarnya tidak mungkin. Ketulusan dan keteguhan hatinya membuatku semakin menyukainya..” Donghae berhenti berbicara karena pelayan mengantarkan pesanan mereka..

 

“Kamshahamnida..” Ujar Donghae dan Kris kepada pelayan itu

 

“Lanjutkan..” ujar Kris ketika pelayan itu sudah pergi.

 

“Ya, aku menyukainya. Saat aku bertemu di café saat itu, sebenarnya aku hanya ingin mampir untuk memberikan hasil rontgen miliknya saat check up minggu sebelumnya.  Namun entah mengapa, saat itu muncul keberanian dalam diriku untuk mengungkapkan perasaanku, dan well, akhirnya aku memegang tangannya dan mengungkapkannya. Awalnya Sica terlihat kaget.. Setelah berhasil menguasai dirinya, Ia segera menjelaskan semuanya. Tentang aku yang hanya dianggap tak lebih dari sebatas oppanya, dan tak lupa tentang orang special yang selama ini mengisi hidupnya, yang sangat ia sayangi… Itu kau….Kris..” Kata Donghae

 

Kris diam terpaku. Tak ia sangka selama ini ia benar-benar salah paham..

 

Setelah makan bersama dan mengobrol agak lama, Kris pamit dan pergi meninggalkan Donghae. Ia berjalan kembali menuju pemakaman, menuju makan Sica.

 

Ia masih shock mendengar penjelasan Donghae. Di elusnya lembut batu nisan Sica, dan tanpa disadaripun, air matanya kembali menetes.

-END Author POV-

 

-Kris POV-

Aku memandang langit dan memikirkanny lagi..

 

Sica, sedang apa kau sekarang..?

 

Apa kau baik-baik saja?

 

Apa kau merasa  nyaman disana?

 

Apa kau merindukanku..?

 

Kau tau? Aku sangat merindukanmu..

 

Aku sangat menyayangimu..

 

Aku sangat mencintaimu..

 

Aku memang bodoh..

 

Aku sangat menyesal akan semua ini..

 

Aku kembali menatap batu nisan Sica, “Sica, semoga kau tenang disana.. Aku janji tidak akan melakukan hal bodoh lagi..Aku akan menjadi orang sukses seperti yang sedari dulu kau inginkan. Percayalah, aku akan menemuinmu disana.. Di dunia ini, tak akan ada yang bisa menggantikan posisimu di hatiku…”

-END Kris POV-

 

…8  Tahun Kemudian…

 

-Author POV-

Tiga mobil mewah memasukki sebuah kawasan pemakaman elite di kota Seoul. Dari mobil yang di depan, keluarlah seorang pria yang kira-kira berisa 28 tahun, didampingi seorang asisten mudanya. Sedangkan bodyguardnya yang berasal dari mobil lain, berjaga di sekitar pemakaman.

 

Pria itu berhenti tepat disebuah makam. Makan wanita yang dulu dicintainya..Tidak….., sampai sekarang pun ia masih mencintai wanitanya itu..

 

“Jessica..aku sangat merindukanmu..” ujar pria itu sambil meletakkan sebuket mawar putih di depan makam itu.

 

“Tuan WuFan, maaf, tapi apakah ini makam dari wanita yang selama ini Tuan ceritakan.. Yanga membuat tuan tidak akan pernah berpaling??” Tanya asistennya pelan.

 

“Tentu.,. Ia adalah wanitaku.. Selamanya ada dihatiku, walau raganya sudah tak ada disini.. Aku sangat mencintainya Jinki..” jawab WuFan yang tak lain adalah Kris itu.

 

Jinki hanya tertegun. Ia berpikir atasannya yang satu ini sangat luar biasa. Menjaga hati begitu lama, bahkan untuk seorang wanita yang sudah tak ada di dunia ini lagi, bukanlah hal yang mudah.

 

Setelah beberapa menit mereka di depan makan Jessica, Jinki melirik jam tangannya, dan berkata “Maaf Tuan, bukan maksudku untuk mengganggu, tpi 35 menit lagi anda ada meeting dengan klien..” Jinki berkata dengan sangat hati-hati, ia takut menyinggung perasaan Kris

.

Kris sempat tidak merespon, tapi tak lama .. “Baiklah..Kau kembali duluanlah ke mobil. Aku akan menyusul sebentar lagi. “ Ujarnya.

 

“Baik Tuan..” Jawab Jinki. Ia pun kembali ke mobil.

 

Sepeninggal Jinki, Kris mengecup lembut nisan Sica, menganggapnya seolah-olah itu adalah Sica

 

“Aku bisa merasakan kehadiranmu SIca..” Ujarnya lemah..

 

“Jeongmal bogoshipeo, Saranghae..” Ucap Kris sendu..

 

Setelah itu ia beranjak berdiri, meninggalkan makam itu, tanpa menyadari bahwa sang empunya makam sedari tadi memperhatikannya..

“Nado Kris.. Nado Saranghae..”

 

 *** END *** 

Bagaimana reader-deul ending dari FF [KrisSica] ini?? Baguskah? Atau kurang greget? Atau malah biasa saja..

Maaf loh ya kalo ada yang tidak puas dengan endingnya … ^^v

RCL jangan lupa ya ~ *bows*

 

65 thoughts on “[KrisSica] REGRET (PART 2) #END

  1. Sedihh Bagett..
    Hiks Hiks..
    # Nangis di peLukan.a Lulu Oppa
    Ceriita.a kren Bangett..
    kpan* bikin ff KriSica Lagii Yahh..
    Tpii Jangan Yang sedih* Lagi…
    Ok..;)

  2. Keren sangat nih FF.
    Bikin nangis.
    Nyesek bacanya huhuhu…

    Oiya, buat peringatan hehe, kapan-kapan kalo ngepost FF, jangan lupa kasih ID twitter kamu disamping nama author yah?🙂

  3. T______T duh ni ff nya kenapa sedihhhh mana krissica lagi ;;A;;
    Bagus tor ceritanya, wlu pun kurang suka yg angst gini, tp karna ini krissica jadi wajib baca. Hahaaa
    u.u duh saudara ku di surga pasti bahagia pacar nya jd single seumur hidup (?)…..__.v
    Bikin cerita lg tor tp yg happy end dong, jgn ada yg mati😥 gak sanggup entar.
    Good job ! (´▽`)ง

    • author juga sedih masa bikinny T___T #nangisdipelukkris #digebukin😄
      iyaa, kris jadi single u,u

      cerita lagi? pasti ‘-‘)b abis ini HyoLay ^^

      gomawo ya atas komennya :3

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s