Arranged Marriage [Chapter 4]

Title : Arranged Marriage

Author : Kang Tae Hee

Length : series

Genre : rommance, friendship, and family

Main Cast :

– SNSD Jessica

– EXO M Kris

– EXO K Sehun

Other Cast :

SNSD Member

EXO Member

note : warning typo!

 

————————————————————————————

 

Jessica, yeoja itu ditarik oleh Kris untuk mengikutinya. Tangannya terasa sakit karena Kris menariknya dengan sangat kasar. Tak sadar bahwa yang ditariknya itu adalah seorang wanita.

“ yah! Lepaskan tanganku. Sakit! Kau ingin menyiksaku, Tuan Yi Fan?” Tanya Jessica sarcastic. Tepat di depan kamar Kai, Kris melepaskan tangan Jessica. Jessica, yeoja itu menatap Kris tajam. Namja itu selalu bertingkah seenaknya.

“ yah! Kau benar-benar membuat citramu buruk dipikiranku dan kau harus tau itu.” Ujar Jessica sambil memasang icy glarenya yang sangat terkenal. Namun nampaknya Kris tak terpengaruhi oleh icy glarenya itu.

“ buruk?” Tanya Kris sambil tersenyum sinis. Membuat Jessica semakin muak melihatnya. Bahkan namja itu tak menyadari hal-hal apa saja yang telah membuatnya buruk di mata Jessica.

“ neh. Pertama, kau mencuri kameraku. KAMERA KESAYANGANKU.” Ujar Jessica dengan penekanan pada kata “kamera kesayanganku”.

“ aku tidak mencurinya darimu. Aku hanya meminjamnya karena aku harus menghapus fotoku. Setelah itu aku akan mengembalikannya.” Balas Kris pada Jessica

“ mengembalikannya? Sekarang dimana kameraku? Cepat kembalikan!”

“ aku tidak membawanya.” Ujar Kris dengan santainya, membuat Jessica menatapnya tajam.

“ sekali pencuri tetap pencuri!” ujar Jessica pada Kris. Yeoja itu mengembungkan pipinya, kebiasannya ketika dia sedang kesal. Sementara Kris, ntah mengapa setiap melihat Jessica mengembungkan pipinya seperti itu, kris merasa ingin tertawa.  Kris tertawa kecil melihat Jessica, membuat Jessica semakin mengembungkan pipinya.

“ aku akan mengembalikannya besok. Ketika aku menjemputmu untuk pergi ke kanada, CALON ISTRIKU.” Ujar Kris dengan nada yang buat-buat, dengan penekanan pada kata “calon istriku”. Membuat Jessica sedikit geli mendengarnya. Calon istri? Semoga tidak akan terjadi. Semoga dia tidak akan menjadi calon istrinya Kris, pikir Jessica.

“ yah! Kau…” ujar Jessica tidak sempat melanjutkan perkataannya, karena tiba-tiba saja Kai muncul dan memotong pembicaraannya.

“ noona, mengapa kau sangat berisik di depan kamarku?” Tanya Kai sambil keluar dari kamarnya. Namja itu melemparkan bantal yang dibawanya dari kamar itu tepat di wajah Jessica. Membuat Jessica menatap adiknya itu tajam. Moodnya saat ini sudah rusak karena Kris, dan Kai tambah merusaknya.

“ ini urusanku dengannya, jadi lebih baik kau diam Kai!” perintah Jessica dengan sangat dingin. Melihat kakaknya yang bersikap seperti itu membuat Kai menjadi takut.

“ Kris? Kau adalah namja tak beruntung yang dijodohkan dengan kakakku itu?” Tanya Kai dengan nada tanpa dosa. Padahal Jessica, kakaknya itu sudah menatap Kai tajam dan bersiap untuk mengibarkan bendera perangnya. Sementara Kris, namja itu ingin sekali tertawa puas mendengar apa yang dikatakan oleh Kai. Tapi saat ini dia hanya dapat menahan tawanya itu.

“ Kai!” teriak Jessica sambil menatap namja itu tajam. Dia melemparkan Kai bantal yang tadi sempat dilemparkan pada Jessica. Kai namja itu berlari untuk melarikan diri dari Jessica.

“ bahkan adikmu saja mengatakan aku namja tak beruntung.” Ujar Kris menahan tawanya, sementara Jessica hanya mendengus kesal. Adiknya itu sangatlah telah membuat Jessica kesal dengan mengejeknya di hadapan Kris.

“ jangan pernah dengarkan adikku. Dia menyesatkan.” Ujar Jessica memasang wajah yang sangat kesal. Bagaimana bisa hidupnya ini dipenuhi oleh namja-namja menyebalkan.

“ oh ya. Aku hanya ingin memberitahumu. Jika kita berada di hadapan orangtua kita, aku harap kita bisa pura-pura akur.” Ujar Kris pada Jessica.

“ jika nanti kita sudah bertunangan, aku harap kita tidak akan saling mengekang satu sama lain. Itu perjanjian dariku.” Ujar Jessica juga mengeluarkan sebuah perjanjian darinya.

 

***

                Bola itu menggelinding di atas lapangan futsal yang ada di rumah Jessica. Digiringnya bola itu oleh Jessica. Keringat sudah bercucuran di wajah cantiknya, namun tak membuat yeoja itu menghentikan aktivitas bermain bolanya itu. Dia bermain bola sendirian, tanpa ada lawan ataupun yang menemaninya bermain bola. Jessica, yeoja itu menendang bolanya kencang mencoba memasukkannya ke dalam gawang. Sepertinya dia salah dalam menentukan arah untuk memasukkan bolanya. Bolanya itu tidak masuk ke dalam gawang, melainkan mengenai seseorang.

BUKK..

Bola itu mengenai kepala seseorang. Jessica, dia melihat Kris nampaknya sedikit kesakitan karena kepalanya terkena bola yang tadi ditendang oleh Jessica. Jessica, berlari kearah Kris dan menatapnya khawatir. Jessica tahu ini salahnya. Dan Jessica sangat hapal bahwa tadi Jessica menendang bola itu sangat keras.

“ mianhae. Aku tak sengaja.” Ujar Jessica. Dia berjinjit mencoba untuk memegang kepala Kris, tapi Kris terlalu tinggi membuat Jessica susah untuk memegang kepala Kris yang sakit itu. Jessica mengela nafas dalam, tinggi Kris terlalu jauh dengannya.

“ kepalamu masih sakit?” Tanya Jessica sambil menatap Kris. Kris heran, tumben sekali Jessica tidak menampakkan wajahnya yang terkesan sangat dingin. Bahkan saat ini Jessica sangat lebut padanya.

“ apakah kau sudah berlatih menjadi istri yang baik untukku? Tumben sekali kau baik padaku.” Ujar Kris menggoda Jessica. Namun dengan cepat Jessica menginjak kaki Kris dengan sangat keras. Dia kesal bagaimana bisa namja itu mengiranya berlatih menjadi calon istrinya? Sangat menjijikkan, pikir Jessica.

“ yah! Sakit. Tak bisakah kau menjadi wanita yang baik sebentar saja?” tanya Kris membuat Jessica menatapnya tajam. perkataan Kris benar-benar membuat Jessica harus mengibarkan bendera perangnya.

“ itu adalah hukuman mengapa kau mengatakan hal yang menyebalkan itu. Berlatih untuk menjadi calon istrimu? Ya tuhan.. apakah tidak ada hal yang lebih baik yang dapat kulakukan?” ujar Jessica dengan sangat sinisnya. Bagaimana bisa Kris mengatakan hal seperti itu padanya? bahkan Jessica saja sampai saat ini tidak ingin memiliki namja chingu seperti Kris yang selalu bersikap seenaknya.

“ apa dosaku selama ini sehingga membuatku dijodohkan dengan orang sepertimu?” ujar Kris menatap Jessica dengan tatapan mengejeknya. Jessica, yeoja itu menatap Kris tajam. yah! Sombong sekali namja bernama Kris itu, pikir Jessica.

“ sepertinya kau hobi sekali mencari ribut dengan ku, Tuan Yi Fan. Oh ya, aku ingat sesuatu. Bukankah kau akan mengembalikan kameraku? Mana.” Pinta Jessica pada Kris. kris, namja itu mengambil kamera Jessica di tasnya itu. Dia melemparkan kamera Jessica kepada si empunya, untung saja dengan cepat Jessica menangkap kamera itu. Kalo tidak, kamera itu bisa rusak karena ulah Kris. jessica, yeoja itu menatap Kris tajam. ingin sekali dia memaki namja itu yang selalu bersikap seenaknya. Dengan seenaknya namja melemparkan kamera milik Jessica, tanpa berpikir bagaimana jika kamera itu rusak nantinya.

“ yah! Seenaknya saja kau melempar kameraku. Bagaimana jika kameraku terjatuh dan rusak?” protes Jessica.

“ yang penting kan saat ini kameramu tidak rusak.” Ujar Kris tentu saja membuat Jessica mengembungkan pipinya.

“ ayolah, cepatlah kau siap-siap. Bukankah sebentar lagi kita harus pergi?”

 

***

                Jessica melihat-lihat isi majalah yang baru saja diterbitkan hari ini yang diberikan oleh Kai sebelum Jessica pergi. Jessica memang saat ini sudah berada di pesawat milik Kris, pesawat pribadinya. Bahkan saat ini Jessica duduk bersebelahan dengan Kris.

Jessica tersenyum ketika dia mencari artikel yang dia cari. Kai memang memberitahunya bahwa dalam majalah itu ada Sehun. Tentu saja Jessica dengan semangat menerima majalah itu. Sampai saat ini Jessica memang masih mencintai Sehun. Bahkan Jessica masih berharap yang menikahinya nanti bukan Kris, tetapi Sehun.

Kris, namja itu menoleh ke arah Jessica. Yeoja itu terlihat tersenyum melihat majalah yang sedang dibacanya saat ini. Kris melihat, sebenarnya apa yang dibaca Jessica sehingga membuatnya tersenyum seperti itu. Dilihatnya artikel tentang Sehun sedang dibaca oleh Jessica. Kris, tersenyum kecut melihat itu. Ternyata Sehun adalah saingannya dalam segala hal.

“ aku pikir tidak akan ada namja yang menyukaimu. Ternyata Sehun memilihmu sebagai gadis impiannnya.” Ujar Kris membuat Jessica menoleh ke arahnya. Jessica, yeoja itu menatap Kris tajam. Apa yang dia katakan? Dia selalu saja mengatakan hal-hal yang tak diharapkan oleh Jessica. Mengapa sepertinya Jessica itu terlihat sangat buruk di mata Kris? Pikir Jessica

“ yah! Apa yang kau katakan? Aku cantik iya. Baik, apalagi. Aku juga setia. Namja mana yang tidak ingin denganku?” ujar Jessica dengan sombongnya. Kris hanya tersenyum meremehkan. Baik? Sepertinya itu perlu dipertanyakan. Bagaimana bisa Jessica menyebut dirinya baik. Sedangkan yang Kris tahu Jessica itu sangat menyebalkan, cepat marah, dan sangat cerewet. Dan jika soal yang setia, bahkan Kris belum tahu bahwa Jessica seperti apa jika menjalin sebuah hubungan.

“ kau baik? Siapa yang mengatakan seperti itu?” tanya Kris mengejek Jessica, sementara Jessica seperti biasa yeoja itu akan mengembungkan pipinya jika dia sedang kesal. Jessica, yeoja itu melipat tangannya di depan dadanya. Mengapa namja bernama Kris itu selalu saja mengejeknya. Menyebalkan sekali, pikir Jessica.

Jessica, yeoja itu memejamkan matanya. Dia tak ingin berdebat dengan Kris lagi. lagipula Jessica merasa sangat mengantuk. Dan rasa kantuk itu membuat Jessica malas sekali berbicara. Jessica, yeoja itu memejamkan matanya dan mencoba untuk tertidur, dan beberapa saat kemudian pun yeoja itu pun tertidur.

Kris merasa aneh karena sudah beberapa menit ini Jessica tidak bersuara, membuatnya bingung apakah yeoja itu masih ada disampingnya atau sudah berada di alam mimpi.

 

***

                Jessica, yeoja itu menghempaskan tubuhnya ke sofa yang ada di rumah Kris. jessica dan Kris memang saat ini sudah sampai di Kanada. Mereka bahkan sudah sampai di apartement pribadi Kris.

“ kamarku dimana?” tanya Jessica yang saat ini sudah sangat lelah dan mengantuk. Matanya sudah tak bisa dikompromi lagi saat ini. Yang dia inginkan sekarang hanyalah tidur. Bahkan saat ini Jessica sudah tidak ada hasrat untuk melakukan apa lagi.

“ terserah kau. Yang penting kau tidak menempati kamar itu.” Ujar Kris sambil menunjukkan pintu kamarnya. Sementara Jessica hanya menganggukan kepalanya, dia berjalan menuju kamarnya untuk tidur.

 

***

                Kris membuka kamar Jessica, perlahan dia berjalan ke tempat dimana Jessica tertidur. Kris duduk di kasur tempat Jessica tertidur itu. Ternyata Jessica masih tertidur. Padahal Kris sendiri sudah bangun daritadi, dan sekarang sudah menunjukkan pukul 08.30 pagi. Mengapa Jessica tak kunjung bangun? Pikirnya.

Kris, namja itu memandangi wajah Jessica yang saat ini sedang tertidur. Niatnya untuk membangunkan Jessica pun terhenti kala Kris melihat wajah Jessica. Yeoja itu terlihat sangat lucu menurut Kris. bahkan wajah dinginnya tak terlihat ketika dia tertidur seperti ini. Jessica terlihat sangat polos.

“ Yah! Cepat bangun!” ujar Kris membangunkan Jessica. Sementara Jessica tak bergerak sedikit pun, dia tetap tertidur pulas seolah-olah tak ada yang membangunkannya sama sekali.

“ Jessica! Sica noona! Jessicaaa! Bangunlah!” ujar Kris berteriak lebih keras dari sebelumnya. Namun Jessica hanya bergumam tidak jelas. Bahkan terdengar seperti mengigau. Kris menghela nafas berat. Yeoja ini bahkan susah dibangunkan dari tidurnya. Sebenarnya Jessica tertidur atu meninggal? Pikir Kris.

Kris namja itu memutar otaknya mencoba menemukan cara untuk membangunkan Jessica. Bahkan sepertinya cara baik-baik itu memang susah diterapkan pada Jessica, pikir Kris. bagaimana pun Jessica tidak bisa menerima cara yang halus.

Kris, namja itu mulai melancarkan aksinya. Dia menarik tangan Jessica secara paksa. Dan menarik Jessica secara paksa dari tidurnya. Membuat Jessica terbangun dan merasa sakit.

“ yah! Kris! hentikan!” ujar Jessica melepaskan tangan Kris dari tangannya. Jessica menatap Kris tajam. hanya saja sepertinya Jessica masih mengumpulkan nyawanya, membuatnya hanya dapat menatap Kris tajam. jessica, saat ini yeoja itu berdiri dan menatap Kris tajam.

“ yah! Bisakah kau membangunkanku dengan cara yang biasa saja, Kris Wu Fan!” ujar Jessica gemas. Kris memang tak pernah baik di mata Jessica. Menurut Jessica Kris adalah namja yang menyebalkan, seenaknya, dan tak pernah baik memperlakukan seorang perempuan.

“ siapa suruh kau tertidur seperti orang mati.” Ujar Kris seenaknya. Tak menyadari apa yang telah dia katakan. Kris memang tak habis pikir pada Jessica. Bahkan Kris telah berteriak-teriak pada Jessica untuk membangunkan yeoja itu. Tapi Jessica tak terganggu sama sekali. Apa yeoja itu adalah jelmaan aurora si sleeping beauty? Pikirnya.

Jessica menatap Kris tajam mendengar perkataan dari Kris. yah, bagaimana bisa namja itu mengatakan hal seperti itu pada Jessica. Tidur seperti orang mati? Ya tuhan, tidak adakah kalimat yang lebih baik dari itu? Pikir Jessica.

“ yah! Kau sangat menyebalkan. Bagaimana bisa kau menyebutku seperti orang mati? Kau mendoakanku?” ujar Jessica mengembungkan pipinya. Jessica, yeoja itu mengambil bantal dari kasurnya dan memukul-mukulkan bantal itu pada Kris, membuat Kris mengeluh kesakitan.

“ Jess! Aku sakit! Hentikanlah.” Keluh Kris pada Jessica, namun Jessica tak menghiraukan perkataan Kris. yeoja itu terus memukul-mukul Kris menggunakan bantalnya. Kris namja itu pun mengambil bantal dan mencoba untuk melawan Jessica, sehingga terjadi perang bantal antara Kris dan Jessica.

“ aku lebih tua darimu. Panggil aku noona. Tak sopan.” Ujar Jessica ketus sambil memukul-mukul Kris menggunakan bantalnya. Tak sadar bahwa di bawah kasur itu selimut tergeletak sembarangan, membuatnya tersandung dan terjatuh ke atas kasur dengan posisinya yang saat ini berada di atas Kris. kris terdiam, dan hanya menatap Jessica yang wajahnya sudah sangat dengan wajah Kris. ntah apa yang dia rasakan saat ini, Kris merasa ada sesuatu yang sangat aneh. Bahkan tidak seperti biasanya jatungnya berdegup sangat kencang, dan dia merasa gugup.

“ mianhae.” Ujar Jessica sambil membenarkan posisinya untuk berdiri. Yeoja itu memalingkan wajahnya dari Kris. wajahnya saat ini sudah merah. Kejadian yang tak harus terjadi, pikir Jessica. Bahkan suasana menjadi kaku setelah ini.

“ y.. yah! Cepatlah mandi. Aku akan menunggumu. Kau harus menemaniku latihan.” Ujar Kris terdengar dengan nada yang gugup. Kejadian tadi bahkan mampu membuatnya bersikap seperti saat ini.

 

***

                Jessica berlari terbirit-birit ke arah Kris. bahkan sedaritadi Kris telah menyuruhnya untuk cepat-cepat, tapi Jessica tetap saja lelet. Terlihat Kris yang sudah berpakaian seperti akan melakukan olahraga. Memakai baju tanpa lengan, membuatnya terlihat sangat keren. Jessica sendiri sempat terpesona olehnya, namun cepat-cepat dia tepis pikirannya itu.

“ apakah aku terlihat keren? Mengapa kau terus memandangiku?” tegur Kris pada Jessica, membuat Jessica mencibirnya. Namja itu sangat pede. Tak bisa dibaik-baiki sebentar.

“ aneh. Kau aneh.” Ujar Jessica dengan sangat datar sambil berjalan ke arah Kris berada dengan pandangannya pada Kamera yang saat ini dia pegang dan melingkar di lehernya.

“ sekali-kali kau harus memujiku, Jess.” Ujar Kris mampu membuat Jessica berhenti berjalan dan  mengalihkan pandangannya dari kamera, lalu menatapnya tajam. lagi, Kris tak sopan pada Jessica. Bahkan namja itu tak memanggilnya dengan sebutan “noona”.

“ tak sopan! Seharusnya kau memanggilku noona!” koreksi Jessica pada Kris. sementara Kris hanya tersenyum meremehkan. Dia berjalan mendekati Jessica dan membungkukan badannya agar wajahnya sejajar dengan Jessica.

“ bahkan kau terlihat lebih muda dariku, adik kecil.” Ujarnya sambil mengacak-ngacak rambut Jessica. Jessica, berkacak pinggang sambil menatap Kris tajam. kris sangat menyebalkan baginya. Bahkan Kris selalu bertingkah bahwa dirinya seumuran dengan Jessica

“ kau menyebalkaaaann!!” teriak Jessica membuat Kris harus menutup telinganya.

“ yah! Kau sangat berisik. Cepatlah, kau harus menemaniku.” Ujar Kris sambil menarik tangan Jessica.

 

***

                Jessica, yeoja itu mengatur titik fokus dan mencoba untuk mengambil gambar Kris yang sedang berlari meninggalkannya. Jessica memang lebih memilih untuk tak ikut dengan Kris. dia tidak sanggup jika harus berlari jauh. Bagaimana pun juga Jessica bukan atlet seperti Kris. bisa saja Jessica pingsan jika harus mengikuti Kris.

Jessica tersenyum memandangi hasil jepretannya. Bahkan foto-foto Kris yang secara diam-diam dia ambil hasilnya bagus semua. Dan sepertinya hal mutlak, bahwa namja itu terlihat selalu tampan di setiap fotonya.

 

***

                Kris menghampiri Jessica yang sedaritadi sudah menunggunya. Wajahnya dipenuhi oleh keringat, dan napasnya terengah-engah karena berlari terlalu lama. Jessica mendekati Kris dan menjinjitkan kakinya mencoba untuk mengelap keringat Kris. entah ada angin apa Jessica menjadi baik seperti itu. Padahal biasanya Jessica selalu ketus pada Kris.

Jessica mengelap keringat Kris dengan seriusnya. Sementara Kris menatap Jessica yang sedang mengelap keringatnya itu. Dia tersenyum tipis. Yeoja itu sangat unik, pikir Kris. bahkan Kris sendiri tak pernah mengerti tentang perasaannya pada Jessica. Dia juga tak mengerti kepada dirinya dan Jessica, terkadang mereka akur dan beberapa detik kemudian mereka bermusuhan kembali. Sungguh aneh.

“ ini minum untukmu. Aku pikir kau lelah.” Ujar Jessica sambil memberikan sebotol air mineral pada Kris. kris menerima air mineral itu.

“ terimakasih.” Ujar Kris sambil membuka air mineral itu lalu meminumnya. Jessica mengarahkan kameranya pada Kris dan mengambil gambar Kris yang sedang minum. Jessica melihat hasil jepretannya dan tersenyum kecil melihatnya, membuat Kris tersadar bahwa tadi Jessica telah mengambil gambar darinya.

“ yah! Apakah kau baru saja memfotoku?” tanya Kris pada Jessica, sementara Jessica hanya tersenyum kecil.

“ kau pede sekali.” Balas Jessica sambil tertawa mengejek Kris. sementara Kris memicingkan matanya dan menatap Jessica penuh arti, membuat Jessica bergidik ngeri.

“ yah! Sini kau. Aku harus menghukummu.” Ujar Kris sambil mendekati Jessica. Kris menarik Jessica ke dalam pelukannya. Membuat Jessica meronta-ronta. Bagaimana tidak? Tubuh Kris penuh dengan keringat saat ini. Siapa yang mau dipeluk oleh seseorang yang baru saja berolahraga?

“ Kris lepaskan. Kau keringatan.” Ujar Jessica meronta-ronta. Untung saja saat ini hanya sedikit orang yang berlalu-lalang di taman.

“ aku tidak mau. Aku sedang ingin memelukmu.” Ujar Kris menjahili Jessica. Jessica, yeoja itu tidak betah dipeluk oleh Kris. dan lagi, badan Kris penuh keringat. Jessica, yeoja itu menginjak kaki Kris. membuat Kris melepas pelukannya. Jessica mengembungkan pipinya sembari menatap Kris tajam. yeoja itu terlihat sangat cute saat ini. Bahkan Kris ingin tertawa melihat tingkah yeoja itu.

“ Jess! Kebiasaan burukmu menginjak kakiku itu harap hilangkan.” Peringat Kris membuat Jessica mengangkat salah satu alisnya. Lagi dan lagi, namja itu tak sopan padanya.

“ yah! Kris, kau….” ujar Jessica namun tak sempat melanjutkan kata-katanya karena tiba-tiba saja seseorang memanggil nama Kris.

“ Kris Wu Fan!” panggil seseorang

 

———————————————————————-

maaf saya lama ngepostnya. asli banyak tugas sekarang.

maaf ceritanya mengecewakan.

jangan lupa komennya ya :3 .

saya gak suka silent reader

49 thoughts on “Arranged Marriage [Chapter 4]

  1. kris ehm..kayaknya udah mulai ada ‘sesuatu’ *gaje
    author lagi sibuk ya..berarti utk ngepost ffnya rada lama dong..mesti nunggu..yahh..TT

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s